Komunitas Petani Kopi dan Kambing Susu Naga Suci

SURABAYAONLINE.CO – Komunitas Petani Kopi dan Kambing Susu “Naga Suci” Dusun Tegalrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangii Selasa (15/3) siang dapat giliran kunjungan Tim Amazing Bio Growth (ABG) Jawa Timur.

Kunjungan Tim ABG ini bertujuan membantu petani meningkatkan kopi dan membantu peternak kambing susu “mengendalikan” bau kotoran hewan (kohe) agar kualitas susu yang dihasilkan meningkat.

“Atas nama para petani kopi dan peternak kambing susu Desa Bayu, saya mengucapkan terima kasih atas informasi dan ilmu yang disampaikan Tim ABG. Saya akan sampaikan informasi yang kami dapat hari ini kepada petani dan peternak yang berhalangan hadir. Ini sungguh merupakan kabar gembira bagi kami,” tutur Misto, Sekretaris Kelompok Tani “Naga Suci”.

Beberapa saat lalu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berkunjung ke Desa Bayu untuk mempersiapkan kawasan itu sebagai destinasi wisata agribisnis. Yang hendak ditawarkan kepada wartawan, selain situs sejarah adalah aktivitas petani kopi yang kini merangkap jadi peternak kambing susu, petani sayur organik dan komunitas peternak ikan.

Salah satu kandang kambing susu yang dikunjungi Bupati Ipuk adalah milik Misto.

“Saya dan peternak kambing susu pada umumnya di sini menemui kendala mengatasi bau kandang. Itu juga pesan Ibu Bupati kepada Kelompok Tani Naga Suci,” kata bapak satu anak ini yang berharap gagasan bupati menjadikan sentra peternakan kambing susu di Dusun Tegalrejo segera terwujud.

Misto mendengar dari temannya bahwa ada produk, namanya ABG Degra, bisa digunakan untuk mengatasi masalah bau kohe untuk menciptakan lingkungan kandang ternak yang lebih baik.

Sebelumnya Tim ABG Jawa Timur melakukan kunjungan ke Tulungagung, Kediri, Blitar, Malang, Pasuruan dan Probolinggo.

“Yang kami lakukan hanyalah berbagi informasi. Kalau disebut berbagi ilmu rasanya kok terlalu muluk ya,” jelas Solichun, Ketua Tim ABG Jawa Timur.

“Intinya saya ikut senang kalau informasi yang saya sampaikan ada manfaatnya buat petani kopi dan peternak kambing susu di Desa Bayu,” tambah Solichun yang selalu bersemangat jika bertemu komunitas petani dan peternak hewan kaki dua dan kaki empat.

Sebelumnya Solichun menjelaskan cara mudah meningkatkan produksi tanaman kopi dan teknik mengelola lingkungan kandang ternak agar aroma kotorannya tidak mencemari dan mengganggu lingkungan.

Solichun kemudian memperkenalkan pupuk berteknologi tinggi karya anak bangsa, yakni Prof. Dr. Ir Tualar Simarmata, MS.

Ahli mikrobiologi tanah yang meraih gelar S.3 di Jerman itu memproduksi pupuk ABG BIO, ABG DEGRA dan ABG MAXI.

Guru Besar di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung itu pada tahun 2007 dikenal juga sebagai penemu teknik bercocok tanam padi dengan sistem IPAT BO. Dan, pada tahun 2016, Prof Tualar dinobatkan sebagai salah satu inovator terbaik di Indonesia.

Pupuk ABG karyanya juga sudah digunakan banyak petani di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan di sebagian wilayah Pulau Jawa.

“Kita harus bangga dengan produk buatan bangsa sendiri. Bangsa Indonesia ini bangsa besar Jadi kita tidak boleh kalah dengan bangsa lain,” tegas Solichun.

“Apalagi kalau produk karya anak negeri itu sudah terbukti bermanfaat untuk petani dan peternak di berbagai provinsi di Indonesia,” ujar Solichun lagi.

Itu sebabnya Misto dan anggota kelompoknya ingin segera mengaplikasikan ABG Degra untuk kandang ternak kambing dan ABG Bio untuk meningkatkan produksi tanaman kopi yang selama ini terus menurun.

Solichun menjelaskan, petani kita selama ini tidak memiliki pengetahuan yang benar cara menggunakan pupuk. Mereka umumnya ikut-ikutan petani lainnya.

“Padahal cocok caranya dipakai di sini, belum tentu cocok jika diterapkan di desa lainnya.

Sebab, kondisi tanah desa kan tidak sama. Ada yang butuh banyak unsur Nitrogen, ada juga tanah yang butuh banyak unsur Phospat dan Kalium.

“Itu baru bicara unsur pupuk makro tanaman. Belum lagi unsur mikro pupuk yang justru berfungsi untuk meningkatkan produksi,” tutur Solichun, pria kelahiran Magelang, yang belakangan sering bertemu kelompok tani.

“Itu sebabnya tadi saya jelaskan, kalau buah yang dihasilkan oleh tanaman itu sumbernya ya mineral yang ada di dalam tanah. Kalau pupuk yang diberikan tidak cocok dengan kebutuhan mineral oleh tanaman, bagaimana mau dapat hasil panen yang banyak,” demikian Solichun.

Untuk mendapatkan pupuk ABG Bio, ABG Degra dan ABG Maxi bisa menghubungi telepon/WA: 0813-3099-0789.

Ditambahkan Solichun, Pupuk ABG BIO, ABG DEGRA dan ABG MAXI karya Prof Tualar Simarmata ini pupuk berteknologi, pupuk pintar yang bisa mengatasi persoalan rendahnya pengetahuan kebanyakan petani soal cara penggunaan pupuk yang baik dan benar.

“Pupuk ABG ini bisa jadi solusi. Kesalahan dan kekeliruan menggunakan pupuk akan bisa diatasi dengan pemakaian pupuk ini. Asal ikuti petunjuk yang kami sarankan, in syaa Allah hasilnya akan baik,” jelasnya. (*)