Negara Raup Rp8 Triliun dari Lelang 7 Seri Surat Utang

SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah mengantongi dana segar sebesar Rp8 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN). Surat utang itu diburu investor asing yang tercatat meningkat dari 8,3 persen menjadi 12,6 persen dari total penawaran yang masuk.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengatakan total penawaran (bids) yang masuk Rp69,5 triliun. Jumlah penawaran ini lebih tinggi dari sebelumnya yang sebesar Rp50,1 triliun.

“Minat investor masih tetap tinggi meskipun pemerintah telah menurunkan target lelang menjadi Rp8 triliun sejak lelan SUN sebelumnya,” ungkap DJPPR dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (26/10).
SUN yang berhasil dilelang terdiri atas beberapa seri. Pertama, seri SPN03220126 dengan nominal yang dimenangkan sebesar Rp1 triliun dari total tawaran yang masuk Rp4,27 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang dari SUN ini sebesar 2,74 persen dan jatuh tempo pada 26 Januari 2022.

Kedua, seri SPN12220707 dengan tawaran yang masuk Rp8,5 triliun dan yang berhasil dimenangkan sebesar Rp1 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 2,86 persen dan jatuh tempo pada 7 Juli 2022.

Ketiga, seri FR0090 dengan tawaran yang masuk Rp17,34 triliun dan yang berhasil dimenangkan sebesar Rp1,12 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,9 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2027.

Keempat, seri FR0091 dengan nominal yang dimenangkan sebesar Rp1,05 triliun dari total tawaran yang masuk Rp18,36 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang dari SUN ini sebesar 5,98 persen dan jatuh tempo pada 15 April 2032.

Kelima, seri FR0088 dengan nominal yang dimenangkan sebesar Rp1,2 triliun dari total tawaran yang masuk Rp5,06 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang dari SUN ini sebesar 6,24 persen dan jatuh tempo pada 15 Juni 2036.

Keenam, seri FR0092 dengan tawaran yang masuk Rp13,67 triliun dan yang berhasil dimenangkan sebesar Rp0,95 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,8 persen dan jatuh tempo pada 15 Juni 2042.

Ketujuh, seri FR0089 dengan tawaran yang masuk Rp2,3 triliun dan yang berhasil dimenangkan sebesar Rp1,2 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,8 persen dan jatuh tempo pada 15 Agustus 2051.
(Nug)