Honor Cabut Dari Huawei, Ini HP Pertama Mereka Menggunakan Android Kembali

Smartphone Honor 50 akhirnya dirilis secara resmi di global. HP itu jadi yang pertama menggunakan aplikasi dan layanan Google setelah pisah dengan Huawei akhir tahun lalu.

Sejak 2019 lisensi Android di perangkat Huawei dicabut karena sanksi dari pemerintah Amerika Serikat. Dengan adanya Google di ponsel anyar ini menandakan Honor siap berkompetisi dengan handset Android lain.

The Verge mencatat perangkat tersebut hampir sama dengan yang diumumkan di China pada Juni lalu. Honor 50 ditenagai oleh Snapdragon 778G dan baterai 4300 mAh dengan pengisian daya cepat 66W, dikutip Rabu (27/10).

Layar Honor 50 berukuran 6,57 inci dengan dukungan refresh rate 120 Hz. Di bagian belakang ada empat lensa yakni 108 MP sebagai sensor utama, ultrawide 8MP, makro 2MP dan 2MP depth.

Honor 50 dijual dengan harga 529 euro (Rp 8,7 juta) untuk RAM 6GB dan storage 128GB. Serta model 8GB+256GB dibanderol 599 euro (Rp 9,8 juta).

Selain Honor 50, perusahaan juga merilis versi Lite. Harganya mulai dari 299 euro (Rp 4,9 juta) untuk RAM 6GB.

Menurut Honor, ponsel ini akan tersedia di lebih dari 40 negara. Namun belum ada rencana untuk dirilis di pasar AS.

Dalam pemberitaan berbeda, sejumlah pihak di AS meminta Honor bernasib sama dengan mantan induk usahanya itu. Sementara itu lembaga pemerintah AS dilaporkan kebingungan untuk nasib Honor setelah pisah dari Huawei.

The Washington Post melaporkan pada September lalu empat lembaga yakni Departemen Perdagangan, Departemen Luar Negeri, Departemen Energi serta pihak Pentagon bertemu. Namun perbedaan pendapat terjadi.

The Verge menuliskan Pentagon dan Departemen Energi berpendapat memasukkan Honor dalam daftar hitam. Sebaliknya dua lembaga lainnya tak setuju.