Heboh Wacana Piala Dunia Jadi Ajang Dua Tahunan, Mungkinkah?

SURABAYAONLINE.CO – Pertentangan terhadap wacana piala dunia dua tahunan yang didengungkan oleh FIFA semakin menyeruak. Terbaru, Federasi Sepakbola Eropa atau UEFA menegaskan penolakan terhadap hal itu. Piala dunia selama ini berlangsung secara empat tahunan.

Mengutip AFP, dalam sebuah laporan, UEFA mengatakan bahwa pihaknya akan mengalami kerugian hingga 3 miliar euro atau Rp 48 triliun dalam empat tahun bila FIFA tetap berpacu pada rencananya itu. Kerugian ini timbul dari terganggunya piala Eropa yang disebabkan oleh kebijakan piala dunia itu.

“Wacana tersebut tidak memperhitungkan kemungkinan kekurangan tambahan untuk setiap kejuaraan nasional,” kata surat kabar Prancis Le Monde dan L’Equipe yang mengungkapkan isi dokumen tersebut dikutip Rabu (20/10/2021).

Sebelumnya, presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan bahwa bila piala tahunan dua tahun sekali itu terjadi maka popularitas piala dunia akan tergerus dan dianggap sebelah mata oleh publik dunia.

“Perubahan itu akan menyebabkan lebih banyak pengacakan, lebih sedikit legitimasi, dan sayangnya akan melemahkan Piala Dunia itu sendiri”.

Di sisi lain, presiden FIFA Gianni Infantino tetap menegaskan bahwa perubahan tersebut akan menguntungkan federasi dan bertekad untuk melanjutkan gagasan itu. Ia berkomitmen bahwa keputusan akhir akan dibuat sebelum Desember.