Jadikan Lamongan Pilot Projek Penanganan Kemiskinan Ekstrim, Tuntas 2024

SURABAYAONLINE.CO, Lamonga  – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar memberikan apresiasi positif atas pemaparan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi terkait program berkelanjutan atas 34 Desa Mandiri dimana ada 10 Desa Mandiri yang dijadikan pilot projeknya yang diharapkan dapat menjadi pengungkit kemandirian perekonomian desa.

Disisi lain, Kabupaten Lamongan dipilih untuk menjadi salah satu daerah pilot projek Program Penanganan Kemiskinan Ekstrim di Jawa Timur dan diharapkan bisa dituntaskan pada 2024.

“Penanganan secara simultan Desa-Desa Mandiri mesti dilakukan tentunya dengan program yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah memulai itu dengan mensinergikan sejumlah instansi maupun OPD [Organisasi Pemerintah Daerah] untuk bersama-sama menangani desa sehingga bisa menggerakkan perekonomian desa serta warga. Ini sangat positif dimasa new normal,” kata Menteri Desa Abdul Halim Iskandar saat memberikan sambutan ketika melakukan kunjungan sekaligus pertemuan dengan Pemkab. Lamongan di Pendopo Lamongan, Sabtu (25/9/2021).

Seperti diketahui, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menayangkan video dan slide paparan yang menggambarkan profil dan potensi 10 desa Mandiri yang dijadikan best practise dari 34 Desa Mandiri yang ada di Kabupaten Lamongan, selain itu juga tergambarkan program unggulan yang akan menjadi icon desa dan menjadi motor penggerak perekonomian desa-desa tersebut.

“Potensi Desa-Desa Mandiri khususnya 10 Desa Mandiri yang kini ditangani DPMD [Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa] Lamongan serta Tim Pendamping Desa Lamongan sangat besar untuk diberdayakan. Ini akan menjadi kekuatan ekonomi luar biasa bila ditangani secara berkelanjutan dengan RamaSinta, yang saya harapkan bersinergi dengan semua stageholder,” ungkap Yuhronur Efendi

Bupati Lamongan menekankan adanya kalaborasi berbagai sektor baik pemerintah maupun swasta yang bersama-sama memberdayakan potensi desa-desa mandiri yang ada secara berkelanjutan.

“Potensi yang terekam untuk 10 Desa Mandiri itu cukup beragam, mulai Wisata Riligius, Wisata Alam, Industri Kreatif, Pasar Desa, Pengembangan Alun-alun Desa, Pengolahan Sampah Terpadu multiyears, Industri Pengolahan Air Minum dan Sentra Budidaya Ikan. Desa-desa mandiri lainnya juga punya potensi beragam yang akan segera ditangani demi Lamongan Megilan dan Desa Berjaya” tegasnya.

Seperti diketahui 10 Desa Mandiri yang dimiliki Lamongan dari 34 Desa Mandiri yang ada terdiri atas Desa Paciran , Desa Tunggul, Desa Banjarwati, Desa Kranji, Desa Karanggeneng, Desa Latukan, Desa Sekaran, Desa Bulutengger, Desa Sedayulawas dan Desa Sugio.

Sebelumnya 10 Kades dari desa-desa mandiri itu telah melakukan uji paparan publik dengan DPMD Lamongan. Video dan paparan program unggulan itu kemudian dikompilasikan dan disampaikan dihadapan Bupati Lamongan dan OPD terkait, pada Kamis (23/9/2021).

Kemiskinan Ekstrim

Menteri Desa Halim Iskandar menyatakan bahwa Kabupaten Lamongan menjadi salah satu daerah pilot projek dalam Program Penanganan Kemiskinan Ekstrim Nasional.

“Lamongan mesti segera melakukan koordinasi lintas sektor, karena targetnya Penanganan Kemiskinan Ekstrim ini bisa tuntas pada 2024. Program nasional ini di pimpin langsung oleh Wakil Presiden,” kata Gus Halim, panggilan akrab Menteri Desa.

Seperti diketahui Wakil Presiden RI direncanakan akan berkunjung ke Jatim guna konsolidasi atas penanganan program kemiskinan ekstrim tersebut pada akhir September 2021.

Bupati Lamongan menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor guna mempersiapkan upaya penanganan Kemiskinan Ekstrim diwilayahnya termasuk memadukan data-data kemiskinan yang ada, termasuk data hasil survei SDGs Desa yang dipandegani Kemendesa.

“Setelah mengetahui Kabupaten Lamongan jadi salah satu pilot projek, rapat koordinasi secara simultan dilakukan agar segera terjadi kesepahaman sehingga gerak dan langkahnya menjadi lebih sistematis,” ungkap Yuhronur. (humas TPPI Lamongan). (Yuris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *