Kabel Laut JaSuKa Milik Telkom Menjadi Sumber Penyebab Gangguan IndiHome dan Telkomsel

SURABAYAONLINE.CO – Jaringan Telkomsel dan Indihome mengalami gangguan mulai Minggu sore (19/9) pukul 17.33 WIB. Masalah ini banyak dikeluhkan pengguna di Twitter.

Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono mengatakan gangguan layanan Telkomsel dan Indihome terjadi karena adanya gangguan dalam sistem kabel bawah laut JaSuKa (Jawa, Sumatera, dan Kalimantan) ruas Batam-Pontianak.

“Gangguan terindentifikasi berasal dari titik sekitar 1,5 km lepas pantai Batam pada kedalaman 20 meter bawah permukaan laut. Dengan diketahui titik gangguan, kami segera mempersiapkan upaya perbaikan agar secepatnya infrastruktur tersebut dapat segera berfungsi normal,” ujarnya Senin (20/9).

Pujo Pramono mengungkapkan untuk mengatasi gangguan Indihome dan Telkomsel, pihaknya segera melakukan rerouting trafik sebagai alternatif jalur komunikasi menuju Batam termasuk penambahan kapasitas beberapa link di wilayah Indonesia seperti dari Papua, Kalimantan maupun Jawa dan mengoptimalkan gerbang internasional di Manado.

“Fokus kami hanya satu, agar layanan segera kembali normal dan digunakan pelanggan seperti sediakala,” jelasnya.

Kabel Bawah Laut Telkom JasukaFoto: Kabel Bawah Laut JaSuKa milik Telkom yang alami gangguan dan buat jaringan Indihome dan Telkomsel bermasalah (Doc Submarine Cable Maps).

 

Lantas apa itu kabel bawah laut JaSuka? Mengutip laman Submarine Cable Maps, JaSuka merupakan kabel bawah laut milik Telkom yang dibangun sejak 2006 silam. Kabel laut ini memiliki panjang 10.860 km.

Kabel ini memiliki 17 titik pendaratan (landing points). Yakni, Bandar Lampung, Batam, Baturaja, Dumai, Jakarta, Jambi, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Rantau Parapat, Sibolga Tanjung Pakis, Tanjung Pandan, Teping Tinggi, dan Bandar Bukti Tinggi.

Menurut situs resmi Telkom, JaSuKa merupakan salah satu jalur kabel laut terpanjang di dunia. Jalur kabel laut ini terdiri empat kanal 40G dengan kapasitas daya tampung hingga 16 kali lipat dari jalur konvensional.

Pengembangan jalur Jawa-Sumatera-Kalimantan ini merupakan bagian dari Indonesia Digital Network yang menargetkan 90% wilayah kota dan kabupaten di Indonesia terkoneksi broadband.

Telkom membagi enam kawasan pembangunan ring, yaitu Ring Sumatera, Ring Jawa, Ring Kalimantan, Ring Sulawesi dan Maluku Utara, Ring Bali dan Nusa Tenggara dan Ring Kepulauan Maluku dan Papua.