Inovasi Mahasiswa Unair Melalui Deodorant Spray Alami

SURABAYAONLINE.CO – Bau ketiak dengan aroma yang tidak menyenangkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengurangi kepercayaan diri. Bau ketiak terjadi karena adanya perpaduan antara bakteri yang terdapat pada kulit ketiak dengan keringat yang dihasilkan saat tubuh kepanasan.

Saat bercampur dengan bakteri, protein akan dipecah oleh bakteri hingga menghasilkan wangi yang tidak sedap. Oleh karena itu, Iswatun Hasanah dengan beberapa temannya dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga berhasil mengembangkan produk “DEAOVBI” yaitu, deodorant spray alami yang terbuat dari daun belimbing sayur (belimbing wuluh) dan lavender.

Berbeda dengan deodorant pada umumnya, bahan yang digunakan jauh lebih aman dari pada bahan sintetis.

Ide tersebut membuat Iswatun dan teman-temannya berhasil lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2021 oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiwaan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Republik Indonesia.

Iswatun Hasanah selaku ketua tim mengatakan, tujuan dari digagasnya DEAOVBI adalah untuk mengetahui cara mengolah daun belimbing sayur sehingga menjadi inovasi bisnis yang menjanjikan.

“Dengan adanya produk ini, harapan nantinya kami dapat memasarkannya di Surabaya dan sekitarnya. serta masyarakat umum bisa mengenal khasiat daun belimbing sayur dan levender sebagai deodorant,” ucap Iswatun.

Produk DEAOVBI di tawarkan dengan kemasan yang menarik dengan harga yang ekonomis. Namun, meskipun terbilang murah tetapi tidak mengurangi khasiat dari deodorant tersebut.

Sedangkan untuk proses pembuatannya dilakukan di rumah produksi yang terletak di jalan Simorejo, Surabaya. Lalu, untuk proses produksi hingga pemasaran dilakukan selama empat bulan, yaitu April – Juli 2021.

“Harapan dari kami, semoga ide ini dapat membawa kami untuk mendapatkan juara dalam Pekan Ilmiah Mahasiwa Nasional (PIMNAS) 2021 dan menjadikan produk kami dikenal oleh masyarakat luas serta bermanfaat di kehidupan sehari-hari,” tutur Iswatun dengan penuh harap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *