Ekonomi Digital RI Diprediksi Akan Terus Bertumbuh dalam 2-3 tahun

SURABAYAONLINE.CO – John Riady direktur Lippo Groupmenyatakan bahwa pasar teknologi Indonesia diprediksi akan tumbuh secara eksponensial mencapai S$ 200 miliar (Rp 2.840 triliun) dan US$ 300 miliar (Rp 4.260 triliun) dalam 2-3 tahun.

“Indonesia adalah pasar digital dan teknologi paling menarik di Asia dan bisa dibilang dunia,” kata John Riady seperti dilansir dari CNBC International, Kamis (27/5) lalu.

“Ketika grup kami pertama kali berinvestasi di bidang teknologi pada tahun 2012, ukuran pasar teknologi di Indonesia sekitar US$ 100 juta. Kelas aset yang sama hari ini sekitar US$ 40 miliar.”

Lippo Group didirikan oleh Mochtar Riady. Konglomerasi memiliki bisnis di berbagai sektor termasuk real estat, ritel, perawatan kesehatan, dan telekomunikasi. John Riady telah mempelopori usaha grup di bidang teknologi dan juga CEO dari divisi pengembang real estat, Lippo Karawaci.

John Riady mengatakan grup konglomerasi itu telah melakukan 30 lebih investasi di bidang teknologi Indonesia, termasuk OVO, platform pembayaran digital. Dia mengatakan perkembangan teknologi di Indonesia mirip dengan China pada awal 2000-an, ketika adopsi teknologi meningkat pesat.

Minggu lalu, dua perusahaan teknologi Indonesia, Gojek dan Tokopedia merger dan membentuk perusahaan baru bernama GoTo Grup. Raksasa internet baru ini pun menjadi startup terbesar di Indonesia.

GoTo Grup memiliki investor kelas dunia. Mereka termasuk raksasa teknologi China Alibaba dan Tencent,SoftBank, Google, serta Sequoia Capital India dan investor negara Singapura Temasek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *