Gubernur Jatim : Hasil Seleksi ASN Murni Prestasi Bukan Titipan

SURABAYAONLINE.CO – Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa menegaskan, kompetensi penerimaan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jatim berdasarkan nilai prestasi dari peserta seleksi bukan karena titipan atau intervensi.

Dijelaskan, seluruh proses seleksi ini basisnya digital online dan penentu kelulusan adalah sistem yang sudah terkoneksi secara nasional. “Tidak ada proses yang bisa menjanjikan apapun dan siapapun kecuali dari prestasi kita sendiri prestasi adik-adik sendiri, maka lakukan dengan penuh ketenangan dan konsentrasi mudah mudahan sehat lancar dan sukses,” pesan Ibu Khofifah dihadapan para peserta seleksi ASN yang digelar di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (14/9) pagi.

Dikatakannya, proses seleksi rekrutmen calon ASN adalah terkoneksi dengan sistem yang sudah disiapkan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) secara nasional, maka dijamin siapapun tidak ada yang bisa menjanjikan untuk bisa diterima menjadi calon ASN atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) non guru ini yang diselenggarakan oleh BKN dan distribusikan ke daerah sesuai dengan pemenuhan kebutuhan yang sudah diajukan.

Formasi ini sudah diajukan tahun sebelumnya, karena setiap tahun pasti ada pensiun namun kebutuhan  ini tidak selalu bisa dipenuhi dengan formasi yang sudah diputuskan oleh pemerintah pusat. “Ini formasi yang sekarang dipenuhi sekarang seleksinya termasuk P3K non guru jadi sama, sebetunya penyelenggara secara nasional ya BKN maka kalau disini ya Pak Kanreg BKN,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Regional II BKN Surabaya, Heru Purwaka mengatakan, dalam pelaksanaan seleksi ASN sesi pertama ini yang hadir mencapai 78% dari kursi yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Jatim sebanyak 400 yang tidak hadir 102, peserta yang hamil 5 orang dengan dilakukan pemisahan tempat untuk memberikan akses kemudahan khusus jika ke kamar mandi, untuk peserta yang positif Covid 19, maka akan dilakukan penjadwalan ulang sehingga tidak merugikan kepada peserta yang sakit.

Pihaknya berharap dari seleksi ASN dengan menggunakan Computer Assisted Cat ini bisa menghasilkan ASN di Jawa Timur yang profesional dan berintegritas, ditegaskan juga sistem seleksi ASN ini tidak bisa diintervensi oleh siapapun, jadi jika ada pihak yang bisa membantu untuk lolos seleksi ini maka dipastikan adalah bentuk penipuan.

“Yang bisa meloloskan jadi calon ASN adalah dirinya sendiri bukan siapa-siapa lagi, makanya kita ingin ini juga mendukung program nasional jangan sampai ternodai oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab” ungkap Kakanreg II BKN Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *