SURABAYAONLINE.CO – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan kinerja impresif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp661,22 miliar atau tumbuh 90,41 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp347,26 miliar. Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang naik 39,61 persen YoY menjadi Rp2,35 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, pendapatan bunga Bank Jatim tercatat meningkat 36,80 persen YoY dari Rp2,43 triliun pada kuartal I 2025 menjadi Rp3,33 triliun pada kuartal I 2026. Sementara itu, beban bunga juga mengalami kenaikan 30,46 persen YoY menjadi Rp975,88 miliar.
Di sisi lain, beban operasional lainnya turut meningkat 34,76 persen YoY menjadi Rp1,60 triliun dari sebelumnya Rp1,21 triliun. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan beban tenaga kerja sebesar 64,02 persen YoY menjadi Rp986,64 miliar serta beban lainnya yang naik 34,86 persen YoY menjadi Rp583,91 miliar.
Meski demikian, laba operasional Bank Jatim tetap tumbuh 52,16 persen YoY menjadi Rp716,06 miliar, dibandingkan Rp470,61 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perseroan juga berhasil mencatatkan laba sebesar Rp114,84 miliar, berbalik dari posisi rugi Rp12,51 miliar pada kuartal I 2025.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Jatim menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 44,74 persen YoY menjadi Rp92,20 triliun dari Rp63,70 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Total aset perseroan juga meningkat 38,85 persen YoY menjadi Rp164,07 triliun. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 37,59 persen YoY menjadi Rp122,80 triliun dari sebelumnya Rp89,25 triliun.
Dari indikator permodalan, rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) naik dari 28,05 persen menjadi 29,82 persen. Namun, kualitas kredit mengalami tekanan dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross meningkat dari 3,87 persen menjadi 4,29 persen, serta NPL net naik dari 1,82 persen menjadi 2,31 persen.
Selain itu, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Jatim tercatat menurun menjadi 5,95 persen dari sebelumnya 6,32 persen. Rasio efisiensi biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) juga sedikit meningkat dari 84,20 persen menjadi 84,54 persen hingga Maret 2026.
Kinerja ini menunjukkan Bank Jatim tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kuat di tengah tantangan peningkatan beban operasional dan tekanan kualitas kredit pada awal ta
hun 2026.


