Dispertahortbun Sumenep Sebut Varietas Prancak Primadona Madura

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Bagi masyarakat umum Pulau Madura memiliki julukan yang disematkan sebagai pulau garam dan pulau tembakau. Tidak terkecuali Kabupaten Sumenep tidak terlepas dari predikasi semacam itu

Memang hingga kini mayoritas masyarakat di Kota Keris tersebut, pendapatan sektor rilnya masih bergantung kepada sektor pertanian tembakau. Tak ayal hingga kini tidak sedikit produsen rokok yang masih bergantung, terhadap pasokan bahan mentah tembakau dari Kabupaten Sumenep

Menurut Kepala Dispertahortbun Sumenep Arif Firmanto mengatakan, di Kabupaten Sumenep terdapat varietas tembakau unggul yang menjadi incaran pubrik salah satunya, varietas temkau di Desa Prancak, Kecamatan Guluk-Guluk merupakan varietas primadona di Madura. Dengan presentase 95 persen serapan

“Varietas Prancak tetap dibutuhkan oleh pabrikan,” katanya. Senin (14/6/21)

Arif menjelaskan, ada beberapa kategori yang menentukan varietas tembakau prancak menjadi primadona diantaranya, penentuan lokasi tanam yang berada di Tegal-Gunung. Karena, tembakau lahan sawah kualitasnya kurang bagus, kadar air terlalu tinggi, pun harganya juga murah.

Selnjutnya, penerapan budidaya tanaman tembakau yang baik harus benar-benar diperhatikan. Kualitas benih akan menentukan pada pertumbuhan dan produksi tanaman. Bibit yang kuat, sehat dan seragam merupakan syarat pertumbuhan
tanaman yang optimal. Karena, hal itu akan berpengaruh pada kualitas hasil panen tembakau nantinya

“Kadang sudah sosialisasi tetap tanam di lahan sawah, kalau tidak laku pemerintah lagi yang menjadi sasaran, padahal kami sudah mengimbau” jelasnya.

Atas dasar fakta diatas, menjadi edukasi bagi para petani tembakau untuk tembakau lebih berhati-hati dalam menjaga kualitas hasil tembakaunya. Sehingga, mampu bersaing mendapatkan harga terbaik saat musim panen.

Disisi lain Arif juga berharap, petani dapat melakukan diversifikasi tanaman tembakau dengan merubah kultur monokultur yang selama ini dijalani dengan cara mengimbaguli tanaman lain yang juga tidak kalah menguntungkan. Seperti tanaman hortikultura semacan bawang, cabe, kacang serta tanaman palawija lainnya.

“Jadi jangan hanya tembakau, bisa menanam tanaman alternatif yang lain,” tandasnya.

Sekedar informasi berdasarkan BMKG musim tanam tembakau diperkirakan La Nina (Kemarau basah) berlanjut hingga pertengahan tahun 2021, serta dapat dikatakan cenderung tinggi.

Dari perkiraan iklim dan cuaca tersebut, waktu yang tepat untuk memulai tanam tembakau dimulai bulan Juni minggu pertama. Sehingga perkirakan musim panen tembakau terjadi sekitar bulan Agustus-September 2021. Th