DPRD Gresik Minta Kades Serius Data Warga Terkait Program SDGs

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK –  DPRD Gresik meminta kepala desa dan jajarannya agar pendataan warga benar-benar dilakukan dari rumah ke rumah, demi suksesnya program Sustainable Development Goals (SDGs) Desa

Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Saidah, mengatakan, meski masih pandemi Covid-19, desa harus melakukan wawancara langsung dengan warga yang didata.

Materi wawancara data pribadi, kondisi tempat tinggal, keluarga, pekerjaan, penghasilan dan lainnya.

Politikus Partai Gerindra ini menerangkan, langkah ini dilakukan agar diperoleh data secara akurat, kondisi masyarakat pascapandemi.

Nantinya, data terkini kondisi masyarakat pasca-Covid-19 bisa te-record dengan secara online dengan database pemerintah pusat.

“Jika pendataan tidak valid, dipastikan yang didapatkan hanya data palsu, sehingga tidak menggambarkan kondisi nyata saat ini,” tegas Nur Saidah dii ruang kerjanya, Senin (31/5).

Politikus asal Kecamatan Duduksampeyan ini menambahkan, saat ini dalam sektor apapun, banyak masyarakat yang kondisi ekonominya terjun bebas atau berbalik 100 persen.

Karena itu, ia berharap Kepala DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kabupaten Gresik, harus memberikan penekanan kepada kades agar pendataan program SDGs harus sukses.

Nur Saidah menambahkan, program SDGs Desa merupakan program percepatan pencapaian pembangunan nasional berkelanjutan.

“Kemajuan tidak akan berhenti, melainkan berkelanjutan untuk generasi-generasi penerus,” ujar perempuan yang ramah ini.

Merujuk dari Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor  13 Tahun 2020, tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021, setidaknya ada 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa, yaitu Desa tanpa kemiskinan, Desa tanpa kelaparan, Desa sehat dan sejahtera, Pendidikan desa berkualitas, Desa berkesetaraan gender.

Desa layak air bersih dan sanitasi, Desa yang berenergi bersih dan terbarukan, Pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, Inovasi dan infrastruktur desa, Desa tanpa kesenjangan, Kawasan pemukiman desa berkelanjutan, Konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan.

Pengendalian dan perubahan iklim oleh desa, Ekosistem laut desa, Ekosistem daratan desa, Desa damai dan berkeadilan, Kemitraan untuk pembangunan desa, Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif., Desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). (san)