Bupati Gresik: Silakan Sholat Ied di Masjid, Musola dan Lapangan Terbuka

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik mempersilahkan warga masyarakat melaksanakan sholat Ied 1 Syawal 1442 H di masjid, musola dan lapangan di wilayah Kabupaten Gresik dengan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan.

“Sholat Ied bisa dilaksanakan bila wilayah desa, RW, RT setempat tidak masuk zonasi merah. Untuk pelaksanaan sholat Ied di suatu ruangan masjid dan musola, jumlah jamaah hanya setengah dari kapasitas ruangan masjid atau musola,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memimpin rapat koordinasi membahas pembatasan buka puasa bersama dan peniadaan halal bihalal untuk pejabat dan ASN di Ruang Mandala Bakti Praja, Senin (10/5).

Rapat yang juga dihadiri Wakil Bupati Aminatun Habibah, seluruh anggota Forkopimda, perwakilan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Bupati meminta seluruh camat serta pimpinan ormas untuk mensosialisasikan kepada seluruh takmir yang ada di wilayahnya, agar hal ini bisa dilaksanakan mengingat waktunya sudah mendesak.

“Agar tidak terkonsentrasi di suatu masjid besar, kami mohon agar sholat Ied di laksanakan di seluruh musola dan lapangan yang ada di wilayah setempat. Yang penting hindari kerumunan,” tegasnya.

Gus Yani juga meminta, agar tidak terjadi kerumunan saat mengambil sandal, sebaiknya jamaah membawa plastik sebagai pembungkus sandal serta menaruh di samping saat sholat.

“Khutbah tidak lebih dari 7 menit,serta hanya membaca surat-surat pendek,” ujar bupati.

Selain sholat Ied, bupati juga melarang adanya takbir keliling halal bihalal dan open house bagi pejabat dan ASN. Takbir keliling diarahkan untuk di masjid atau musola. (san)