Peserta Sosialisasi Kebangsaan Sengaja Memakai Baju Adat

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupayen Gresik menggelar sosialisasi pembauran kebangsaan yang diikuti ratusan peserta perwakilan suku, di ruang pertemuan Mandala Bhakti Praja, kantor Bupati Gresik, Sabtu (10/4).

Uniknya, semua peserta berasal dari perwakilan suku Batak, Sunda, Jawa, Madura, Bali, Ambon, Maluku, Manado dan lain sebagainya hadir dengan memakai pakaian adat masing-masing.

Ketua FPK Kabupaten Gresik, Ahmad Toyib Mas’udi mengatakan sosialisasi dengan tema ‘Memperkuat pembauran bangsa menuju Gresik baru’, pihaknya berharap dapat mempererat hubungan antar suku serta meningkatkan situasi aman.

“Kita berharap ini dapat mempererat hubungan persaudaraan sesama anak bangsa, menjalin persatuan dan persahabatan yang lebih kokoh sehingga pembangunan di Gresik bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gresik, Darman yang mewakili Bupati Gresik saat membuka acara mengatakan keberadaan FPK sangat penting disaat ancaman radikalisme, terorisme, dan intoleransi terjadi di sebagian daerah.

Dijelaskan, sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa yang sebagian merupakan pendatang dari berbagai suku dan etnis, menjadikan Gresik rawan terhadap gangguan keamanan.

“Kekerasan yang bersumber dari intoleransi, radikalisme dan terorisme harus diperangi. Dan di sinilah peran penting FPK, melalui pendekatan kesukuan dan wawasan kebangsaan,” ucapnya.

Menurut Darman, FPK melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2016, Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 41 Tahun 2009 serta Surat Keputusan Bupati Gresik Nomor 065/54/HK/437.13/2021, maka sususan kepengurusan FPK Kabupaten Gresik periode 2021-2024 disahkan.

Selain Darman, hadir sebagai narasumber adalah Mohammad Toha yang menyampaikan materi pembinaan mental dan moral dalam menunjang pembaursn kebangsaan. (san)