Nggowes di Hari Libur, Bupati Gresik Menata Sendiri Paving Berserakan di Akses Mengare

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Memanfaatkan hari libur Isra Mi’raj, Kamis (11/3) pagi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengisinya dengan nggowes sekaligus melihat kondisi wilayahnya.

Saat berada di wilayah Mengare Kecamatan Bungah, Gus Yani panggilan akrab bupati milenial ini, sempat kaget melihat kondisi satu-satunya akses jalan menuju wilayah kepulauan tersebut.

Pasalnya, akses jalan yang berpaving kondisinya rusak. Beberapa pavingnya sudah berserakan bahkan kondisinya bergelombang. Seringkali bupati sampai turun dari sepedanya, hanya untuk menata kembali paving.

Bahkan tidak jarang, bupati sampai meminta maaf kepada warga yang saat itu kebetulan melintas. Karena kondisi jalan yang rusak dan membahayakan pengguna jalan.

“Ngapunten pak, ngapunten nggih margine risak, segera kulo dandosi (Mohon maaf pak, maaf semuanya, jalannya rusak secepatnya saya perbaiki)” kata Gus Yani.

Banyak warga yang tidak tahu, kalau lelaki bermasker, helm sepeda balap dan jaket berwarna biru itu adalah Bupati Gresik.

Padahal, Gus Yani sudah melintasi akses masuk hingga blusukan ke tiga desa di Mengare sejak pukul 05.30 WIB.

Gus Yani ke Mengare tanpa sebab. Dia mencari keberadaan alat berat, untuk perbaikan akses jalan masuk Mengare.

Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik sebelumnya menyatakan sudah menempatkan alat berat untuk perbaikan jalan.

Sejak pukul 05.30 WIB hingga 08.30 WIB, Gus Yani samasekali tidak menemukan keberadaan alat berat tersebut.

“Ternyata tidak ada pengerjaan pagi hari ini, saya berharap DPU harus konsisten mengawal pekerjannya. Beberapa hari yang lalu masih ada alat berat, saya pikir dikerjakan sampai tuntas sampai hari ini, ternyata tidak ada,” kata bupati dengan nada kecewa.

Ridholah Amanu (58) warga Mengare mengaku jalan ini sudah lama rusak. Ia yang bekerja di pelabuhan, setiap hari melewati jalan ini.

“Sepuluh tahun lebih. Pernah ada kejadian pengendara jatuh, gara-gara jalan rusak,” terangnya.

Anna (30) warga setempat yang bekerja di pabrik di wilayah Manyar berharap, perbaikan harus tuntas karena akses jalan sudah lama rusak.

“Harusnya segera diperbaiki. Kondisi jalannya dari dulu ya rusak begini sampai sepeda motor saya pernah rusak,” ucapnya.

Jalan rusak memang banyak menjadi keluhan warga. Tidak hanya di Mengare saja, Gus Yani menyebut wilayah Gresik selatan seperti di Kecamatan Menganti, Kecamatan Driyorejo dan lainnya juga banyak jalan yang rusak.

Dia berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, segera menindaklanjuti dan konsisten dengan pembangunan di Kabupaten Gresik.

“Kami berharap tidak ada lagi korban kecelakaan, akibat kondisi jalan rusak yang ada di Gresik,” kata bupati.

Pemkab Gresik, kata Gus Yani, sudah membuka lebar-lebar akses kepada warga untuk melaporkan jalan rusak.

DPUTR juga memasang banyak spanduk layanan pengaduan, dengan slogan ‘Tiada Hari Tanpa Menambal jalan’ sekaligus menyertakan nomor whatsapp Unit Reaksi Cepat (URC).

Laporan bisa dari media sosial, FaceBook, Instagram, WhatsAap serta melalui APALAN (Aplikasi Pengaduan Pengguna Jalan) yang bisa diunduh di PlayStore. (adv/san)