Kematian Bapak dan Dua Anaknya Secara Tragis Terus Diselidiki Polres Blitar

SURABAYAONLINE.CO-Pasca-kematian satu keluarga di Dusun Sumbertuk Desa Sidomulyo Kec.Kademangan Kab.Blitar, Polres Blitar terus lakukan penyelidikan dan kumpulkan bukti-bukti di TKP atas tewasnya bapak dan dua anaknya tersebut.

Menurut Kapolres Blitar AKBP.Leonard M Sinambela kepada wartawan di kantornya (Sabtu 30/1) mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemeriksaan sekitar TKP juga menerangkan hasil sementara dari Outupsi pada ke tiga jasad itu, benar adanya luka pada leher setiap jasad korban baik Suyani maupun pada dua anaknya Nada 21 dan Samuel 9 anak bungsu Suyani.

” Memang untuk mayat Su terlilit seutas kain warna hijau pada lehernya dan tidak ditemukan tanda-tanda luka lain pada tubuhnya, untuk mayat N ( Nada) ada tanda lebam pada lehernya tapi tidak ada lilitan pada lehernya, menurut hasil otopsi lebam pada leher korban N ketika masih hidup, karena terputus saluran darah dan saluran pernapasan mengakibatkan meninggal dunia, termasuk posisi mayat Sa, pada hidungnya mengeluarkan cairan darah.” Terang AKBP.Leonard di lobi kantornya (Sabtu 30/1) pukul.09.00 WIB.

Untuk di ketahui bapak dan dua anaknya tewas dengan memgenaskan di dalam rumahnya (Jumat 29/1) ketiga jasad itu posisi Suyani 55 dalam posisi menggantung di ruang tamu di dapati lilitan pada lehernya dngn seutas kain (srlendang) warna biru, sedang dua anaknya Nada 21 dan Samuel 9 tahun meninggal di atas tempat tidur dengan posisi berdampingan, kondisi Nada di temukan lebam pada lehernya termasuk Samuel selain itu pada hidung bocah berusia 9 tahun ini mengeluarkan cairan darah dari hidungnya serta mulutnya berbusa.

Penemuan awal ketiga jasad itu di ketahui oleh keluarga dekatnya, saat saksi perempuan berkulit kuning ini di minta menghubungi anak korban yang bekerja di Timor Leste, karena di telpun tidak ada jawaban, baik adiknya Nada maupun orang tuanya.

Saat saksi mendatangi rumah Suyani telihat rumah dalam keadaan terkunci, saksi gadis itu langsung masuk pintu depan namun terkunci, dan akhirnya saksi lewat pintu belakang dan tidak terkunci.

” Saat saksi pertama disuruh mnghubungi bapaknya, karena di telepon tidak ada jawaban, dan saksi mendatangi rumah korban, ternyata saksi meligat kondisi korban langsung teriak minta tolong.” tutur Subiantoro Kasun Desa Sidomulyo itu.

Kapolres Blitar AKBP.Leonard menambahkan dalam kadus ini pihaknya terus lakukan penyelidikan secara cermat dan akurat atas tewasnya ketiga korban tersebut, sehingga nantinya secara terang benderang sebab akibat kematian sekeluarga itu.

” Kami terus melakukan penyelidikan atas kejadian ini, selain megambil barang bukti dan memeriksa saksi saksi, dan menunggu hasil Labfor Porensik Polsa Jawa Timur, hasil semntara dari outupsi dari rumah sakit, tewasnya ke tiga korban karena teruputusnya aliran darah dan terputusnya urat leher, loo ada perkiraan perkiraan ketiga Mayat tersebut di bunuh atau apapun kita tunggu hasil Labfor dari Polda..yaa , kita terus akan melakukan proses ini secara tuntas dan trasnparan.”Pungkas AKBP.Leonard.Ari