MACHFUD ARIFIN DI MATA GUNAWAN S.Th

surabayaonline.co- Jujur, saya belajar banyak dari pak MA mengenai KeKristenan, padahal Beliau bukan orang Kristen sedangkan saya adalah Rohaniawan Kristen. Sungguh jadi malu saya nya malahan.

Beliau berulangkali berkata kepada Tim Pemenangan MA dan juga di hadapan para Pemuka Agama (salah satu nya di hadapan Pengurus Inti BAMAG waktu itu) agar Jangan Membalas Kejahatan dengan Kejahatan, balas lha Kejahatan dengan Kebaikan.

Beliau sering berkata bahwa Awalilah Sesuatu dengan Doa, Kerjakan apa yang sudah kamu Doakan, lalu Pasrahkan Hasil yang sudah kamu Kerjakan dan Doakan itu kepada Tuhan. Hal ini selaras dengan yang sering saya kotbahkan bahwa Berserah kepada Tuhan itu bukan hanya Diam Berdoa saja, Angkat Tangan, lalu Tunggu Miracle Happens. Tetapi Berserah = Berdoa + Berusaha + Pasrah.

Beliau juga seringkali berkata bahwa dari sejak awal Pak MA tidak ada niat sama sekali menjadi Walikota dan bahwa bila hingga hari ini Beliau sudah sampai sejauh ini, tentunya semua atas Kehendak Tuhan. Beliau berprinsip kalau Tuhan tidak kehendaki, tidak akan mungkin selembar rambut kita jatuh ke tanah. Demikian juga sebaliknya, bila Tuhan sudah buka jalan sampai sejauh ini, pak MA percaya bahwa apa yang sudah Tuhan buka, tidak akan ada satupun tangan manusia yang bisa menutup nya.

Apa yang dikatakan pak MA itu kepada saya semua tercatat jelas di Alkitab. Meski bukan orang Kristen, tetapi ternyata Beliau lebih mengenal KeKristenan daripada orang-orang yang mengaku Kristen tetapi malah tidak mencerminkan KeKristenan itu sendiri.

Orang-orang yang mengaku Kristen itu, Tanpa mengecek kebenaran suatu informasi, langsung main share, kirim Hoax, langsung tuduh, langsung bikin opini negatif dan yang lebih parah lagi langsung men judge, dituduh yang enggak-enggak. Pak MA Dituduh Pro Radikalisme.

Pernahkah Anda yang men-judge memikirkan perasaan pak MA, bu Lita beserta anak dan seluruh keluarga besar nya saat mendengar tuduhan bahwa Pak MA Pro Radikalisme ? Bagaimana mungkin Pak MA yang mantan Kapolda 3x bisa dituduh mendukung Radikalisme ?

Pernyataan pak MA saat Adu Debat kemarin sangat jelas bahwa NKRI adalah Harga Mati dan Keberagaman adalah Modal Dasar untuk membangun Kota Surabaya Lebih Maju lagi.

Tentu saya lebih percaya Mantan Kapolda 3x pasti lebih bisa mengayomi keberagaman di Surabaya, pasti lebih bisa melindungi kebebasan beribadah seluruh warga Surabaya dan tentunya sebagai Mantan Kapolda 3x, Pak MA pasti bisa menangkal dan memerangi Radikalisme di bumi Surabaya.

Gunawan S.Th