Ada Indikasi, Busyro Karim Diganjal Pada Tatip Pemilihan Ketua PCNU Sumenep

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep – Busyro Karim Dihadang dengan Tatip Pemilihan. Pada Konferensi Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Sumenep 27 September 2020 DR. KH. A. Busyro Karim, M.Si diganjal dengan Tatip Pemilihan.
Pemilihan ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Sumenep dilaksanakan di Pondok Pesantren Nasyatul Mutaallimin Gapura Sumenep selesai pada jam 1.20 dini hari dengan perolehan suara
DR. KH. A. Busyro Karim, M.Si 135
H. Panji Taufiq 116
Dardiri 26
K. Imam Hendri 18
K. Chairul Anam 4
K. Zainur 1
KH. A’la 1
KH. Abdullah Khalil 1
KH. Ramdlan 1
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama ke- 33 Muktamar di Jombang 1-5 Agustus 2015 M
Bab XVI Tentang Rangkap Jabatan pasal 51 ayat 1 Jabatan Pengurus Harian Nahdatul Ulama tidak dapat dirangkap dengan : (huruf C) Jabatan Pengurus Harian Partai Politik

Dalam ayat 4 Rais Aam, Wakil Rais Aam, Ketua Umum, dan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar; Rais dan Ketua Pengurus Wilayah, Rais dan Ketua Pengurus Cabang tidak diperkenankan mencalonkan diri atau dicalonkan dalam pemilihan jabatan politik.
Ayat 5 Yang disebut dengan Jabatan Politik dalam Anggaran Rumah Tangga ini adalah Jabatan Presiden, Wakil Presiden, Menteri, Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, Wakil Walikota, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota
Ayat 7 Apabila Rais, dan Ketua Pengurus Wilayah, Rais dan Ketua Pengurus Cabang mencalonkan diri atau dicalonkan, maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau diberhentikan oleh Pengurus Besar Nahdatul Ulama.

Tentang Rangkap Jabatan dengan Jabatan Politik menjadi perdebatan yang alot namun panitia langsung mengetuk palu tanpa memberi kesempatan lagi, padahal tidak ada larangan di Anggaran Dasar nya Tentang Bupati tidak boleh mencalonkan, menurut sang protes. (SA)