Kuli Bangunan Tewas Mendadak, Dilakukan Swab pada Jenasahnya Khawatir Covid-19

SURABAYAONLINE.CO-Warga Desa Plumbangan Kec.Doko Kab.Blitar ditemukan tewas di rumahnya pada Senin (29/6) sekitar pukul.11.00 WIB, tak urung tewasnya Gunari 52 warga RT.001/RW.004 sempat mengagetkan perangkat Desa Plumbangan, karena Gurani salah satu penerima Bansos yang dibagi di kantor kelurahan setempat.

Menurut Jiono 55 saudara kandung Gurani, bahwa saat perangkat desa dan staf Kec.Doko menunggu kedatangan  ùntuk menerima Bansos, ditunggu sampai pukul.11.00 WIB tidak datang, guna mengecek keberadaan Gunari, Jiono mendatangi rumah Gunari, namun betapa terkejutnya Jiono melihat adiknya (Gurani) di temukan tertidur di tempat tidurnya dan di sampingnya
di dapati beberapa obat obatan, melihat kenyataan itu Jiono langsung melaporkan ke Kantor Desa yang kebetulan ada beberapa perangkat Kecamatan, Polsek Doko dan Koramil Doko yang sedang memantau pembagian Bansos termasuk team medis dari Puskesmas Kec.Doko.

“Setelah ada laporan kita dan perangkat dan petugas yang ada di Desa Plumbangan menuju TKP, bersana Gugus Covid termasuk Team Inafis Polres Blitar setelah kami laoorkan.” Kata Kapolsek Doko Iptu Heri PY.

Dari keterangan pihak keluarga seperti yang di ungkapkan Iptu Hery PY, ternyata Gunari menderita sesak napas dan pada tanggal 23/6 berobat ke dr.Nugroho. Saat Gunari di temukan meninggal dunia di sampingnya ada beberapa obat dari dr.Nugroho.

” Jadi sesuai dengan protokoler Kesehatan untuk memeriksa kondisi Gunari menggunakan seluruh Protokoler Kesehatan baik dari Kecamatan..Polsek termasuk Team Gugus Covid dan Puskesmas Kec.Doko, termasuk menngenai pemakaman ybs (Gunari) menggunakan Protokoler kesehatan.” Terang Iptu Hery se ijin Kapolres Blitar AKBP.Ahmad Fanani Eka Prasetya .

Gunari yang sehari hari sebagai buruh bangunan sebelum meninggal, pada malam harinya (Minggu 28/6) menyampaikan kepada saudaranya (Jiono) bahwa besuk (Senen 29/6) dirinya tidak masuk kerja, karena akan menerima Bansos di Kantor Desa.

Gunari memberitaukan ke saudaranya pada Senen (29/6) tidak masuk kerja, karena akan mengambil bantuan di kantor Desa, saat hari H nya, ternyata Gunari nggak datang datang, setelah di cek keluarganya Gunari di ketahui sudah meninggal.” Tambah Iptu Hery PY.

Sementara obat-obatan dari Dr NUGROHO masih di amankan di Polsek Doko, ketika Gunari berobat pada tanggal 23 Juni 2020, dan korban sebelumnya mempunyai riwayat sakit sesak napas, dan karena korban dikhawatirkan meninggal karena virus corona, maka terhadap korban dilakukan tes swab, dan dimakamkan secara prosedur covid-19.

Masih menurut Kapolres Blitar melalui Kapolsek Doko, pada tubuh Gunari
tidak ditemukan tanda tanda kekerasan terhadap korban.

Dan di mungkinkan karena korban pernah kontak langsung (berobat) di dr Nugroho Wlingi pada tanggal 23 Juni 2020, maka terhadap korban dilakukan swab dan korban mempunyai riwayat sakit sesak napas.

“Pemakaman Gunari menggunakan Protokoler Kesehatan termasuk pemulasaran jenasahnya.” Jelas Iptu Hery PY.(Ari)