India Persiapkan Senjata Khusus untuk Hadapi Tentara China di Ladakh

SURABAYAONLINE.CO– Pemerintah India dalam waktu dekat ini akan mensuplay 2000 paket senjata pentungan khusus dan baju pelindung tubuh (Body Protector) untuk para tentara yang bertugas menjaga perbatasan di sepanjang Ladakh.

Hal itu dilakukan untuk langkah antisipasi jika bentrokan fisik antara pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dan Angkatan Bersenjata India (BSS) kembali terjadi di sepanjang perbatasan Line of Actual Control (LAC), Lembah Galwan, Ladakh.

“Para prajurit di sepanjang LAC akan mendapatkan 500 set baju pelindung segera dalam angsuran pertama. Tentara telah memerintahkan total sekitar 2.000 set baju pelindung dan pentungan,” kata seorang perwira tinggi militer India yang tidak disebutkan namanya sebagaimana dikutip VIVA Militer dari Hindustan Times, Jum’at, 19 Juni 2020.

Lebih jauh ia memaparkan, penambahan atribut baju pelindung diri dan pentungan itu dilakukan setelah mendapatkan laporan dari para tentara penjaga perbatasan atas insiden berdarah yang terjadi di Lembah Galwan pada hari Selasa, 15 Juni 2020 lalu.

Menurut laporan tentara penjaga perbatasan India, para Tentara PLA penjaga perbatasan China menyerang pasukan militer India dengan menggunakan pentungan atau tongkat bertabur paku, batu, hingga tongkat besi. Insiden berdarah di Lembah Galwan itu telah menyebabkan 20 orang pasukan India meninggal dunia, termasuk seorang Perwira Kolonel Bikkamalla Santosh Babu.

Bentrokan fisik di Lembah Galwan kemarin membawa hubungan antara kedua kekuatan nuklir ke level terendah sepanjang masa.

Bentrokan mematikan itu terjadi ditengah delegasi militer dari India dan Cina mengadakan pembicaraan di dua lokasi di sepanjang LAC – perwira berpangkat brigadir bertemu di Lembah Galwan dan perwira pangkat kolonel di Hot Springs – sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk melonggarkan dan melepaskan ketegangan di sepanjang perbatasan Ladakh.

Menurut ketentuan perjanjian tentang langkah-langkah membangun kepercayaan di bidang militer di sepanjang LAC, yang ditandatangani oleh India dan China pada November 1996, kedua pihak tidak akan menembaki atau melakukan operasi ledakan dalam jarak dua kilometer dari LAC. Perjanjian itulah yang melatarbelakangi bentrokan fisik yang terjadi di Lembah Galwan kemarin menggunakan pentungan ‘berselimutkan paku’, batu, hingga pentungan besi.(*)