Diduga Dibekingi Polres Perak, Pemilik Penimbun Solar Kebal Hukum

SURABAYAONLINE.CO-Cegah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kini Tim Satuan Tugas (Satgas) Pertamina bekerjasama dengan Mabes Polri untuk melakukan pemantauan.

Meski sudah ada pemantau oleh pihak terkait namun hal tersebut tidak di hiraukan oleh para pelaku usaha, dan dapat di buktikan faktanya.
Seperti yang sudah di temukan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, 10 KL (10.000 liter) BBM bersubsidi jenis solar yang di duga dari hasil curian telah ditimbun, pada Sabtu (19/10/2019) dini hari.
Terduga pelaku penimbunan berinisial ARP saat akan di konfirmasi penanggung jawab kegiatan tersebut sedang tidak berada di tempat, dan mendapatkan informasi dari salah seorang yang berada di lokasi bahwa ARP sedang berduka.

“Maaf pak, sekarang pak ARP sedang kesusahan, ibunya sedang meninggal dunia” ucap singkat salah seorang yang tak mau di sebutkan namanya.

Berdasarkan informasi penimbunan ini sudah berlangsung lama dan tergolong sangat terbuka dan terang terangan serta bisa langsung bisa dilihat oleh pengguna jalan maupun masyarakat setempat.

“Kegiatan itu sudah cukup lama berlangsung pak, bahkan dulu pernah di lakukan pengerebekan, tapi masih saja berjalan seperti tidak ada masalah” kata narasumber pada awak media.

Modus operasinya, solar tersebut didapat dari truk tangki pengangkut bbm (bahan bakar minyak) dari pertamina yang hendak dikirim ke SPBU wilayah Jawa Timur, namun sebelum sampai di tujuan dilokasi pengiriman isinya dikurangi beberapa drum atau jurigen.

Salah satu tim media mengkonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Tanjung Perak Surabaya, AKP Dimas Fery tidak ada jawaban hingga diturunkan berita ini.

Perlu diketahui, sebelumnya Wadir Reskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara saat wawancara dengan Awak Media dirinya menyampaikan menyampaikan di dalam kegiatan kelangkaan BBM itu kita melihat dulu sisi hukumnya, apa yang menjadikan motif kelangkaan bbm, contohnya ada pengambilan yang tidak sesuai harusnya subsidi diambil oleh perorangan atau PT menjadi non subsidi. Dalam hal ini kita akan menindaknya, karena adanya kerjasama sudah bagian dari Satgas (Satuan Tugas) Polisi dan Pertamina sendiri.

“Kita sudah melaksanakan kegiatan kerjasama tentang edukasi BBM, Pencegahan dan Penindakan. Satgas ini di bentuk kurang lebih 6 bulan yang lalu, dari Mabes Jakarta juga dan Pertamina pusat juga” Jelas Wadir Reskrimsus Polda Jatim.(Irf,Tim)