Oleh: Bismo Pratonggopati, SH (Budayawan – Pendosa Nusantara) SURABAYAONLINE.CO – Di antara artefak paling ikonik dalam ikonografi Hindu-Buddha Nusantara, mungkin tak ada yang memancarkan aura misteri setajam trisula. Senjata bermata tiga yang lazim digenggam Dewa Siwa ini lazim kita jumpai di candi-candi kuno, relief batu, hingga altar persembahyangan umat Hindu masa kini. Namun, di kedalaman tradisi mistik Jawa—tempat bertemunya arus Siwaisme dari India dengan kosmologi asli Kejawen—trisula bukan sekadar logam tajam. Ia bermetamorfosis menjadi Trisula Weda, sebuah istilah yang di kalangan olah batin dimaknai sebagai “teknologi spiritual” tingkat tinggi. Bukan untuk melukai tubuh, melainkan untuk membedah realitas, melenyapkan kegelapan batin,…
Author: Andy Setiawan
Oleh: Eko Muhammad Ridwan, Ketua Umum RRI ~ Ranggah Rajasa Indonesia SURABAYAONLINE.CO – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa anggota TNI dan Polri membutuhkan gaji yang baik agar tidak memeras rakyat masih menyisakan gaung yang panjang. Tidak sampai dua pekan setelahnya, lembaga pemeringkatan global IndexMundi merilis hasil survei yang menempatkan institusi kepolisian sebagai lembaga paling korup di Indonesia. Dua peristiwa ini—satu berupa pengakuan dari kepala negara, satu lagi berupa data empirik persepsi publik—saling memperkuat sebuah kesimpulan yang telah lama menjadi bisik-bisik di kalangan pelaku usaha: Aparat Penegak Hukum (APH) kita, yang seharusnya menjadi pelindung, telah bermetamorfosis menjadi predator. Dunia…
Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP. (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – PADA suatu senja yang temaram, seorang lelaki duduk termenung di beranda rumahnya. Di tangannya, secarik kertas lusuh bertuliskan angka-angka: laporan kerugian usaha yang ia bangun selama dua puluh tahun. Bangkrut. Semua yang ia miliki lenyap dalam semalam. Rumah akan disita, mobil akan ditarik, dan masa depan yang ia rancang begitu rapi tiba-tiba runtuh seperti istana pasir diterjang ombak. Ia menangis. Bukan karena lapar, bukan karena lelah, tetapi karena sebuah pertanyaan yang menghantam ulu hatinya: mengapa aku kehilangan semua yang telah susah payah kukumpulkan? Pertanyaan ini, dalam berbagai bentuknya, mungkin pernah…
Oleh: Ferry Is Mirza (FIM), Sekertaris Dewan Kehormatan Pengurus PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jatim SURABAYAONLINE.CO – Pengacara Hotman Paris Hutapea yang diminta menyampaikan permohonan maaf kepada insan pers atas pernyataannya kepada wartawan di lingkungan Kejaksaan Agung karena dinilai merendahkan profesi jurnalistik. Hotman yang PH Febrie Adriansyah itu juga bisa dikenai sanksi hukum, karena melanggar UU ITE Pasal 27A. Yaitu penghinaan sekaligus pencemaran nama baik. PWI menegaskan bahwa martabat wartawan harus dihormati karena mereka menjalankan tugas yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Seperti kata Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, organisasi yang dipimpinnya menyesalkan pernyataan Hotman Paris saat…
SURABAYAONLINE.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung. Pernyataan tersebut dinilai telah merendahkan profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dan berpotensi mencederai semangat kemerdekaan pers yang dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa bertanya kepada narasumber merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas jurnalistik dalam memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Oleh karena itu, setiap narasumber, termasuk advokat, memiliki hak untuk menjawab atau menolak menjawab pertanyaan, namun tetap berkewajiban menjaga…
Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP. (WKU Bidang Migas Kadin Jati SURABAYAONLINE.CO – Indonesia tengah menghadapi paradoks energi yang semakin sulit dipertahankan: sumber daya gas bumi yang besar di satu sisi, dan ketergantungan akut terhadap impor LPG di sisi lain. Untuk merespons persoalan ini, pemerintah menggagas pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) dalam tabung kecil sebagai alternatif LPG 3 kilogram bersubsidi. Gagasan ini diposisikan sebagai solusi simultan atas tiga persoalan: ketergantungan impor, beban subsidi, dan kebutuhan memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, sebuah pertanyaan fundamental wajib diajukan: mengapa negara-negara dengan konsumsi gas bumi terbesar di dunia tidak memilih model tabung CNG kecil untuk rumah…
Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Ada kegelisahan yang tak bisa lagi dibungkus dengan eufemisme kata-kata manis. Ia menusuk, pedas di pangkal tenggorokan, ketika kita dipaksa berdiri di hadapan cermin sejarah dan bertanya: siapkah bangsa ini melanjutkan proyek ‘state capitalism’ yang super-masif, sementara tiang-tiang penegakan hukum kita masih keropos bak anyaman bambu lapuk, dan panggung politik kita telah menjelma menjadi ajang ‘kompromat’ antar-rezim oligarki? Jawabannya, jika kita berani jujur pada nurani, jauh lebih pahit dari seseduh kopi tubruk paling pekat di warung kopi pinggiran. Ketika Negara Merangkap Pengusaha, Hukum Merangkap Taman Bermain Inilah ironi fundamental dari kuasa yang absolut: dalam kapitalisme negara,…
Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Kita sedang hidup dalam sebuah paradoks yang menggelikan sekaligus menyedihkan. Di satu sisi, kita disuguhi tontonan elite yang rajin bersolek di panggung digital, memamerkan kedekatan artifisial dengan rakyat jelata lewat gimik-gimik jenaka. Namun di sisi lain, tepat di balik tirai panggung yang gemerlap itu, sebuah mesin raksasa sedang bekerja dengan sangat sunyi dan sistematis untuk mengebiri akal sehat kita. Pertanyaannya sangat mendasar: sampai kapan kita, sebagai pemilik sah republik ini, mau terus-menerus membiarkan diri dibodohi? Ketegangan antara logika kekuasaan dan logika publik bukan lagi sekedar teori berdebu di dalam ruang kuliah filsafat. Ia adalah perang nyata…
Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Hari-hari ini, ruang publik kita disuguhi tontonan absurd nan mengerikan. Kabar temuan “bunker” berisi tumpukan uang logistik pemilu—gunungan kertas bernilai triliunan rupiah yang disembunyikan di balik dinding sunyi—bukan lagi rumor warung kopi. Ia adalah lambang paling vulgar dari sebuah keyakinan zaman: bahwa kekuasaan bisa dibeli eceran maupun grosir, dan kesetiaan adalah komoditas berlabel harga. Namun, di sinilah ironi terbesar para pemuja materi. Mereka lupa pada satu hukum besi sejarah: uang adalah tuan perkasa di ranah transaksi, tetapi ia adalah pelayan paling pengecut dan pengkhianat di ranah legitimasi. Delusi Filsafat: Harga vs Nilai Para penimbun bunker ini…
Ketika Klasifikasi Statistik Berubah Menjadi Instrumen Kekuasaan Administratif Oleh: Tri Prakoso, S.H., M.HP. (WKU Bidang Migas Kadin Jatim) SURABAYAONLINE.CO – Ada paradoks yang kembali muncul dalam perjalanan panjang reformasi birokrasi Indonesia. Negara merancang sebuah kebijakan untuk menyederhanakan administrasi, tetapi pada tingkat pelaksanaan kebijakan itu justru berpotensi melahirkan kerumitan baru. Pemerintah membangun sistem digital agar pelayanan menjadi cepat, tetapi teknologi kemudian berkembang menjadi tembok baru yang sulit ditembus. Regulasi diterbitkan untuk memberikan kepastian hukum, namun perbedaan tafsir antarlembaga justru membuat pelaku usaha semakin tidak pasti. Paradoks itu kini muncul dalam implementasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI 2025. Sejumlah pelaku…

