Oleh: Kusbachrul, SH, Ketua Yayasan Satria Merah Jambu SURABAYAONLINE.CO – Di tengah hiruk-pikuk pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto, dua nama terus menjadi bahan spekulasi di kalangan elite politik dan pengamat keamanan: Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Keduanya adalah “warisan” dari era Presiden Joko Widodo yang hingga kini masih menduduki posisi strategis dalam arsitektur penegakan hukum nasional. Di saat Presiden Prabowo semakin sering menyuarakan perang melawan korupsi dan menegaskan pentingnya loyalitas serta eksekusi kebijakan yang cepat, pertanyaan yang mengemuka tidak bisa dihindari: akankah presiden baru mempertahankan keduanya, atau justru mengganti salah satu—atau bahkan kedua-duanya—demi…
Author: Andy Setiawan
Oleh: Kusbachrul, SH, Ketua Yayasan Satria Merah Jambu SURABAYAONLINE.CO – Pembentukan Universitas Republik Indonesia oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak dapat dibaca semata-mata sebagai penambahan satu institusi pendidikan tinggi baru. Ia adalah sebuah pernyataan politik. Ia merupakan bahasa kekuasaan yang mengungkapkan bagaimana negara memandang kualitas manusia Indonesia, masa depan kepemimpinan nasional, dan—secara diam-diam—kegagalan sistem pendidikan tinggi yang telah berjalan selama puluhan tahun. Pemerintah menjelaskan bahwa Universitas Republik Indonesia (URI) diarahkan untuk menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa. Dalam satu desain pendidikan yang lebih luas, universitas tersebut dikaitkan dengan pendidikan kebangsaan, sekolah unggulan, pembinaan aparatur, kebutuhan pemerintahan, serta penguatan sumber daya manusia strategis…
Oleh: Ni Kadek Ayu Wardani, S.T (Ketua DPC GMNI Surabaya Raya) (Disarikan dari Pemikiran DPC GMNI Surabaya Raya) Anomali Tata Kelola Negara dan Dilema Demokrasi Pasca-Reformasi SURABAYAONLINE.CO – Dua puluh lima tahun setelah gelombang Revolusi 1998 meruntuhkan tembok besi Orde Baru, konsensus elementer berbangsa dan bernegara kembali diuji dalam gelanggang diskursus tata kelola pemerintahan. Reformasi bukan sekadar peristiwa politik, melainkan rekonstruksi peradaban ketatanegaraan: pemisahan tegas antara ranah sipil dan militer, penghapusan dwifungsi ABRI, dan reposisi TNI-Polri sebagai alat negara yang profesional dan berjarak dari urusan-urusan administrasi kewargaan. Konsensus ini termaktub dalam Ketetapan MPR Nomor VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri…
Oleh: Bismo Pratonggopati, SH (Budayawan) SURABAYAONLINE.CO – Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh perbincangan tentang “Raja Jawa” dan “rahasia gelap”-nya. Istilah yang semula hanya hidup dalam diskusi-diskusi antropologi dan sejarah itu tiba-tiba menyeruak ke permukaan, diperbincangkan di media sosial, podcast, hingga obrolan warung kopi. Ada yang menganggapnya sekadar sensasi, ada pula yang melihatnya sebagai cermin yang memantulkan wajah kekuasaan kita sendiri. Tapi mengapa, di abad ke-21, di sebuah negara yang konstitusinya menyatakan diri sebagai republik demokratis, kita justru dihantui oleh hantu feodalisme? Mengapa pola-pola kekuasaan yang berakar dari Keraton Mataram abad ke-17 terasa begitu relevan untuk membaca manuver-manuver politik kontemporer?…
SURABAYAONLINE.CO – Kontingen Persatuan Olahraga Sepak Bola Penyandang Disabilitas (Persam) Madura, khususnya dari wilayah Pamekasan, resmi memulai perjuangannya pada ajang bergengsi Turnamen Menpora Cup 2026 Sepak Bola Amputasi Indonesia. Bertempat di Lapangan Mini Soccer Cibinong, Kabupaten Bogor, skuad Persam tampil percaya diri meski berlaga dengan keterbatasan. Dalam ajang nasional ini, Persam memboyong kekuatan sebanyak 15 personel yang terdiri atas 13 pemain dan 2 pejabat tim (official). Berdasarkan hasil undian (drawing), Persam dijadwalkan berhadapan dengan tim tangguh, Persewangi Banyuwangi. Ketua Persam Pamekasan, Dimas Beruntung, menyampaikan rasa optimisnya terhadap kesiapan mental dan fisik para atlet. Pihaknya mengusung tagline penuh makna pada turnamen…
Oleh: Gatot Sundoro SURABAYAONLINE.CO – Banyak sekali ulama ahli tafsir yang mengungkapkan dalil keberadaan ALLOH Ta’ala. Siapapun yang mau merenungi semua yang ada di langit dan di bumi, dengan segala bentuk dan variasi pernik perniknya, dia pasti akan berpikir bahwa dibalik itu semua pasti ada ZAT yang menciptakan. Seorang awam pernah mengajukan pertanyaan,” Apa dalilnya yang menunjukkan bahwa ALLOH itu ada?” Seorang ulama menjawabnya:” Maha Suci ALLOH; Ada jejak kaki, berarti ada yang baru lewat, ada kotoran hewan, berarti hewan itu ada; Ada langit dengan bintangnya, ada bumi dengan segala isinya, ada lautan dengan gelombang dan isi lautnya, bukankah itu…
Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – MALAM itu, seorang lelaki duduk di sudut masjid yang remang. Mayoritas jamaah telah pulang, menyisakan dirinya dan beberapa bayangan yang masih setia di barisan paling depan. Ia tidak lagi menghitung wirid dengan biji tasbih. Tangannya terkulai di pangkuan, matanya terpejam, dan bibirnya bergerak pelan, nyaris tak terdengar. Namun di dalam dadanya, ada sesuatu yang menggelora: sebuah getaran halus yang terus-menerus berdenyut seirama dengan napasnya, seperti ombak yang tak henti-hentinya menyapu pantai kesadaran. Ia sedang berdzikir. Tetapi dzikirnya kini berbeda dengan dzikir yang dulu ia kenal. Dahulu, dzikir adalah deretan kata…
SURABAYAONLINE.CO – Program bedah rumah yang digagas oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk telah tuntas dilaksanakan, dan diresmikan pada Kamis (22/7/2026). Bedah rumah kali ini menyasar Sojo (66) warga Desa Sugihwaras Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, seorang lansia yang hidup sebatangkara dalam rumah reot. Program ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara PWI Nganjuk bersama Polres Nganjuk, Pemkab Nganjuk, Baznas Nganjuk, Komunitaa Nganjuk Peduli, PLN ULP Nganjuk, PLN UP3 Mojokerto, dan PDAM Trita Wilis Nganjuk. Ketua PWI Nganjuk, Bagus Jati Kusumo mengatakan, program ini sengaja dihadirkan sebagai wujud kepedulian semua pihak terhadap masyawarakat Nganjuk yang dinilai membutuhkan bantuan. “Bedah…
Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Di tengah desas-desus dan wacana yang simpang siur mengenai perluasan basis pajak—mulai dari isu instrumen digital hingga penyesuaian tarif konsumsi—ada satu realitas lapangan yang tak boleh diabaikan oleh para pembuat kebijakan: kondisi daya beli masyarakat menengah ke bawah sedang berada di titik nadir. Kelas menengah, yang selama ini menjadi tulang punggung konsumsi domestik, kian terhimpit oleh deindustrialisasi prematur dan ketidakpastian lapangan kerja. Dalam situasi sosio-ekonomi yang serba rapuh ini, setiap wacana pungutan baru, termasuk turunnya aparat ketertiban keamanan level desa terkait pajak—terlepas dari apakah itu sekedar rumor media sosial atau desain kebijakan formal—akan direspons dengan kepekaan…
Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Ada sebuah pemandangan yang makin hari makin karikatural dalam tata kelola berbangsa kita. Di satu sisi, panggung hukum dan politik kita tampak makin riuh oleh atraksi para elit. Aturan dibuat, diubah, dan ditawar bagaikan dagangan di pasar kaget—seperti yang belakangan ini ditelanjangi secara gamblang oleh mereka yang pernah berada di dalam sistem yudisial itu sendiri (salah satunya seperti podcast mantan Hakim Agung yang diunggah dalam YT: Forum.Keadilan TV). Namun, di balik etalase hukum yang mentereng dan slogan-slogan keadilan yang nyaring, ada realitas sosial yang jauh lebih dingin dan kalkulatif, yaitu ‘rekayasa kerentanan rakyat’. Logika awam sering…

