SURABAYAONLINE.CO – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Hairul Anam, membedah pentingnya peran media dan kedisiplinan pengendara dalam meminimalisasi angka kecelakaan lalu lintas.
Hal itu ia sampaikan dalam diskusi publik yang diinisiasi Pemdes Samatan bersama mahasiswa KKN Universitas Islam Madura (UIM) di Halaman Kopdes Merah Putih Samatan, Selasa (4/8/2026).
Dalam forum bertajuk “Membangun Perspektif Bersama dalam Mencegah Kerawanan Kecelakaan Lalu Lintas” tersebut, Anam mengulas salah satu prinsip mendasar dalam dunia jurnalistik, yakni bad news is good news (berita buruk adalah berita bagus).
“Prinsip bad news is good news ini, dalam batas tertentu, justru bernilai positif bagi publik,” ujar Anam.
Asesor UKW Dewan Pers satu-satunya dari Madura tersebut mencontohkan peristiwa kecelakaan lalu lintas. Secara kasat mata, peristiwa kecelakaan adalah hal buruk. Namun, ketika diliput dan diberitakan oleh wartawan, informasi tersebut berubah menjadi “berita bagus” bagi masyarakat luas.
“Sebab, publik menjadi tahu bahwa di titik tersebut rawan kecelakaan. Saat melintas di sana, masyarakat otomatis akan lebih berhati-hati,” tegas Dosen UNIBA Madura tersebut.
Tak hanya soal perspektif media, Anam juga menyoroti pentingnya kewaspadaan individu di jalan raya melalui konsep Butterfly Effect—sebuah teori di mana tindakan kecil pada awal mula dapat memicu efek berantai yang besar dan fatal di kemudian hari.
Ia memberi contoh kelalaian sepele saat berkendara, seperti enggan menggunakan helm.
“Misal ketika naik sepeda motor tanpa helm. Ketika terjadi kecelakaan, kelalaian kecil itu berpotensi mengakibatkan cedera kepala berat hingga gegar otak,” jelasnya.
Dorong Pemasangan Pita Kejut di Jalan Raya Proppo
Diskusi ini dipicu oleh tingginya angka fatalitas kecelakaan di Jalan Raya Proppo, tepatnya pada radius satu kilometer ke arah timur dan barat Kantor Desa Samatan.
Jalur yang agak menikung membuat kendaraan kerap melaju dalam kecepatan tinggi.
Sebagai solusi konkret, Kades Samatan Moh. Tamyis bersama mahasiswa KKN UIM mendorong usulan pemasangan pita kejut (rumble strip) untuk mengurangi laju kendaraan.
Langkah ini mendapat respon positif dari para pemangku kebijakan yang hadir sebagai narasumber.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Pamekasan Ipda Dedy Dwi P menilai lokasi tersebut memang layak dipasangi pita kejut dan siap menerbitkan rekomendasi.
Sementara Kabid Lalu Lintas Andre Isfaraini menjelaskan bahwa Jalan Raya Proppo merupakan jalan wewenang provinsi, sehingga pihaknya akan segera memproses pengajuan ke Pemprov Jatim.
Kordes KKN UIM, Mustofa, beserta Kades Samatan berharap hasil dari diskusi publik ini dapat segera terealisasi demi menekan angka kecelakaan di wilayah Proppo.


