SURABAYAONLINE-CO, Surabaya – Johanes Koento, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum FORKI Jatim periode 2026-2030 dalam Musprov di Surabaya, Senin 20 April 2026.
Kejuaraan Nasional karate tahun ini, menjadi ujian awal bagi kepemimpinan Johanes Koento usai terpilih memimpin FORKI Jawa Timur.
Dewan Penasehat FORKI Jatim, Totok Lucida, menyebut karate Jawa Timur sudah lama tidak menyumbang prestasi, terutama pada ajang multievent seperti PON. Ia berharap, kepemimpinan baru mampu membawa atmosfer positif bagi peningkatan prestasi daerah.
“Dalam waktu dekat ada selekda untuk menyaring atlet terbaik yang akan dikirim ke kejurnas. Karena itu, ketua terpilih harus segera bergerak mengoordinasikan semua elemen di Jatim,” katanya.
Selain itu, Totok menilai prestasi karate Jatim mengalami penurunan dalam satu periode terakhir hingga terlempar dari tiga besar nasional.
Menurutnya, salah satu faktor penurunan tersebut karena minimnya perhatian terhadap masa depan atlet setelah berprestasi. Pada tahap penjaringan calon ketua umum, muncul dua nama yaitu Johanes Koento dan Purwanto.
Namun, rapat pleno memutuskan unsur ketua, sekretaris, dan bendahara periode sebelumnya tidak diperbolehkan mencalonkan diri.
Keputusan tersebut memicu reaksi dari kubu Purwanto yang kemudian memilih walk out bersama empat perguruan dan 21 pengcab.Sementara itu, 13 perguruan dan 22 pengcab tetap bertahan dalam forum.
“Ke depan, kita harus bersama-sama bekerja untuk mengembalikan kejayaan karate Jatim. Dari sisi organisasi kita akan transparan dan profesional,” ujarnya. Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan juri akan menjadi fokus utama. (ega)


