SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur memperkuat jejaring internasional di bidang olahraga melalui penjajakan kerja sama dengan Jepang. Langkah ini ditandai dengan pertemuan Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, bersama perwakilan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya.
Delegasi Jepang diwakili oleh Deputy Consul-General Ishii Yutaka serta Consul for Information, Education, and Culture, Kaori Morohita. Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi strategis dalam pengembangan olahraga, khususnya cabang bela diri, sekaligus pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menyoroti potensi kerja sama yang diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet di Jawa Timur sekaligus mempererat hubungan budaya kedua negara.
Salah satu agenda yang tengah dirancang adalah sosialisasi dan demonstrasi cabang olahraga bela diri Jepang, di Surabaya pada Oktober 2026.
Program ini tidak hanya akan menjadi ajang pertunjukan olahraga, tetapi juga sarana edukasi bagi atlet dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami teknik, filosofi, serta nilai disiplin yang melekat dalam seni bela diri Jepang.
Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan olahraga daerah.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga pertukaran nilai, budaya, dan pengalaman yang dapat meningkatkan kualitas atlet kita,” ujar Nabil.
Sementara itu, pihak Konsulat Jenderal Jepang menyambut positif rencana tersebut.
Jepang menilai Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga sekaligus sebagai mitra strategis dalam memperkuat hubungan budaya kedua negara.
Rencana kegiatan ini akan digelar bertepatan dengan Hari Olahraga Jepang pada 12 Oktober 2026. Momentum tersebut dinilai tepat untuk mengedukasi sekaligus memperluas pemahaman masyarakat tentang olahraga bela diri.
Adapun cabang bela diri Jepang yang akan disosialisasikan meliputi karate (Shotokan dan Kyokushin), judo, aikido, kendo, kempo, kyudo, serta berbagai disiplin lain yang berada di bawah organisasi Budo Jepang.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi berlanjut pada program yang lebih konkret seperti pelatihan bersama, pertukaran pelatih dan atlet, hingga potensi penyelenggaraan kompetisi internasional di Jawa Timur.
Dengan adanya inisiatif ini, KONI Jawa Timur dan Jepang diharapkan mampu memperkuat sinergi di bidang olahraga dan budaya, sekaligus mendorong lahirnya atlet berprestasi yang berkarakter disiplin dan berdaya saing global. (ega)


