SURABAYAONLINEE.CO – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai kabinet pemerintahan Presiden Jokowi telah berhasil melakukan aneka capaian sesuai visi – misinya, terutama sektor infrastruktur. Sejak Kabinet Kerja sudah banyak infrastruktur strategis direalisasi, sehingga pada Kabinet Indonesia Maju sangat terasa manfaat dan dampak ekonominya.
Andira Reoputra, Wasekjen PII mengatakan, di penghujung kabinet pemerintahan Jokowi Kedua (Kabinet Indonesia Maju) kemajuan bidang infrastruktur sangat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, baik secara langsung atau pun indirect benefits.
“Bukti ada konsistensi pak Jokowi yang sejak awal dilantik (Kabinet Kerja-Red) sudah menyatakan, selain human resource development, juga menaruh concern besar terhadap sektor infrastruktur – sebagai salah satu backbone perekonomian nasional. Hingga akhir Kabinet Indonesia Maju masih banyak proyek infrastruktur direalisasi,” kata Reo, di Jakarta, Kamis (18/8).
Infrastruktur, kata Reo, merupakan salah satu variabel penting yang menjadi pertimbangan investor untuk investasi semua sektor; pertanian, industri, properti, perdagangan, yang derivasinya mengerek investasi sektor jasa, keuangan dan telekomunikasi, serta membuka lapangan kerja baru.
“Kalau infrastruktur memadai, maka dengan sendirinya investasi akan bergerak maju, menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, perbaikan jaringan logistik atau kualiatas Sislognas,” tambah Reo yang juga Direktur (BUMD) PT. Jatim Grha Utama.
Menurut Reo, saat Presiden Jokowi memimpin bersama Waprtes Jusuf Kalla, misalnya, tercatat proyek jalan (dalam empat tahun saja) sudah terealisasi sepanjang 3.432 Km, jalan tol 947 Km, jembatan 39,8 Km, dan jembatan gantung sebanyak 134 unit.
Selain itu, ada 10 bandar udara (bandara) baru yang dibangun di periode pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, seperti Bandara Miangasm Ketung, Tebeliang, Maratua, Morowali, Namniwel, Weru dan Koroway Batu.
“Kemajuan di bidang infrastruktur sudah sesuai target dalam delapan tahun pemerintahan Presiden Jokowi. Infrastruktur penting terhadap agenda kemajuan bangsa. Momentum Hari Kemerdekaan ke-77 bukti kongkrit bahwa membangun infrastruktur sejatinya adalah mewujudkan pertumbuhan untuk pemerataan ekonomi – sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Reo.


