SURABAYAONLINE.CO – Ketua DPRD Jatim, Kusnadi langsung mendapat keluhan dan masukan dari masyarakat di Sidoarjo belum mendapatkan atau menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP). Hal ini diungkapkan oleh Kusnadi saat serap aspirasi di balai desa pepelegi kecamatan waru Sidoarjo, Minggu (5/6).
Menurut kusnadi, padahal beberapa program pengentasan kemiskinan bertujuan agar keturunan mereka bisa mengangkat derajat keluarganya kedepan. Sehingga hak akan pendidikan dan kesehatan seharusnya menyertai mereka.
“Ini kan ironis, kita angkat mereka dari kemiskinan hanya dengan bantuan tanpa memperhatikan hak pendidikan anak anak mereka dan kesehatan keluarganya. Padahal ini penting,” ujarnya.
Maka dari itu, Kusnadi terus mendorong optimalisasi pendataan Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan atau KPM PKH, agar mereka bisa mendapatkan KIP dan KIS.
Lebih lanjut kata Kusnadi, ini harus segera dicarikan jalan keluar. Apalagi tadi dalam reses koordinator PKH menyampaikan banyak masyarakat KPM-PKH menginginkan agar mereka semua juga mendapatkan KIP dan KIS. Sebab tidak semua KPM PKH memperolehnya.
“Nah, mereka boleh diberi Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Nanti akan kita carikan jalan keluar untuk mendapatkan KIP dan KIS. Saya juga akan menyampaikan hal ini ke Mbak Puan yang kebetulan juga Ketua DPR RI agar persoalan ini ada jalan keluarnya,” terangnya.
KIP dan KIS ini penting diberikan kepada KPM-PKH, dijelaskan oleh Pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, Indonesia akan menghadapi tahun Indonesia Emas 2045.
“Indonesia emas ini apa? Indonesia akan menjadi negara besar di dunia. Dan kemampuan SDM harus sama dengan negara-negara lain. program-program pengentasan kemiskinan salah satunya KPM-PKH, tujuan utamanya adalah melahirkan keluarga yang sehat dan memiliki kemampuan SDM yang mumpuni,” pungkasnya.


