Khawatir Tapering AS, Rupiah Rontok ke Rp14.249

SURABAYAONLINE.CO – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.249 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Senin (22/10) sore. Posisi ini melemah 17 poin atau 0,12 persen dari Rp14.212 per dolar AS pada Jumat (19/10).

Sebaliknya, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) justru menempatkan rupiah di posisi Rp14.255 per dolar AS atau menguat dari Rp14.237 per dolar AS pada akhir pekan lalu.

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama peso Filipina minus 0,42 persen, rupee India minus 0,3 persen, baht Thailand minus 0,28 persen, yen Jepang minus 0,17 persen, dolar Singapura minus 0,04 persen, dolar Hong Kong minus 0,01 persen, dan won Korea Selatan minus 0,01 persen. Sementara ringgit Malaysia stagnan. Sedangkan yuan China menguat 0,16 persen dari dolar AS.

Hal serupa terjadi pada mata uang utama negara maju. Hanya dolar Australia yang menguat 0,25 persen dan dolar Kanada 0,02 persen dari mata uang negeri Paman Sam.
Sisanya, rubel Rusia melemah 0,52 persen, franc Swiss minus 0,12 persen, poundsterling Inggris minus 0,12 persen, dan euro Eropa minus 0,1 persen.

Senior Analis DC Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan mata uang Garuda pada hari ini terjadi karena dolar AS menguat. Penguatan ini terjadi usai pelaku pasar kembali khawatir lagi terhadap dampak kebijakan pengurangan likuiditas (tapering) dari bank sentral AS, The Federal Reserve.

“Dipicu kekhawatiran tapering yang lebih cepat dan kekhawatiran akan perkembangan covid-19 di Eropa yang memicu lockdown di Austria,” ujar dikutip dari CNNIndonesia.com.

Kendati begitu, menurutnya, pelemahan rupiah tidak terlalu dalam. Hal ini terjadi karena fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik. (NUG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *