Trafik Penumpang Pesawat di Bandara Juanda Naik 18% Menjelang Akhir Tahun

SURABAYAONLINE.CO– Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya mencatat trafik penumpang pesawat udara menjelang akhir tahun menunjukkan tren peningkatan rerata 18 persen per hari. General Manager Bandara Internasional Juanda, Sisyani Jaffar menjelaskan pada Oktober 2021, jumlah penumpang pesawat melalui Bandara Juanda tercatat mencapai 18.000 penumpang per hari.

Namun memasuki November 2021 meningkat rerata menjadi 21.000 penumpang hingga di puncaknya tercatat 24.000 penumpang per hari. “Tren peningkatan jumlah penumpang pesawat ini terjadi sejak syarat penerbangan diperlonggar yakni bisa menggunakan swab antigen selain PCR. Hal ini tentu berdampak positif pada dunia industri penerbangan sebab ada peningkatan animo pelaku perjalanan,” jelasnya

Untuk jumlah pesawat harian tertinggi mencapai 200 pesawat datang dan pergi sedangkan pada bulan sebelumnya hanya mencapai 173 pesawat per hari.

Adapun secara total trafik penumpang pesawat di Juanda sejak Januari – Oktober 2021 telah mencapai 4.504.190 penumpang dengan komposisi 4.426.047 penumpang penerbangan domestik dan 78.143 penumpang penerbangan internasional.

Sedangkan jumlah pergerakan pesawat dari Januari – Oktober 2021 telah mencapai 44.640 pesawat  dengan komposisi 42.697 pesawat penerbangan domestik dan 1.943 pesawat penerbangan internasional. Sementara untuk layanan kargo pada periode tersebut tercatat mencapai 57.217.018 kg dengan komposisi 44.973.962 kg untuk penerbangan domestik dan 12.243.056 kg untuk penerbangan internasional.

Sisyani mengatakan pada saat memasuki akhir tahun ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Otban Wilayah III, Lanudal Juanda, BMKG, Airnav, seluruh maskapai dan ground handling untuk menyiapkan langkah-langkah dalam menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan terutama saat cuaca ekstrem.

“Sesuai dengan prediksi BMKG Bahwa intensitas hujan hingga Desember nanti akan cukup tinggi dan akan memasuki pucaknnya pada Januari – Februari 2022, sehingga ini diperlukan koordinasi dan antisipasi,” ujarnya. Sisyani memastikan bahwa Bandara Internasional Juanda sendiri siap untuk menerima pengalihan penerbangan dari bandara lain apabila terjadi cuaca buruk di bandara tujuan.

Menurutnya, pengalihan pendaratan merupakan hal yang lazim ketika terjadi cuaca buruk,  hujan, kabut, atau kondisi lainnya. “Dari sisi internal, kami telah memastikan pengawasan dan pemeliharaan pekerjaan, baik di area landside maupun airside berjalan sesuai prosedur keamanan dan keselamatan penerbangan, serta mengatur ruang tunggu jika ada beberapa pesawat yang mengalami keterlambatan karena cuaca buruk, tentu dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” imbuhnya. (Windi)