LPDB Kemenko UKM Salurkan Pembiayaan Rp1,2 T ke 163 Koperasi

SURABAYAONLINE.CO – Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LPDB Kemenkop UKM) berhasil menyalurkan pembiayaan Rp1,294 triliun kepada 163 mitra koperasi.

Penyaluran terbagi dalam dua jenis, yaitu untuk koperasi konvensional dan koperasi syariah.

“Dari sini terbagi dua yaitu konvensional Rp669 miliar dan syariah Rp624 miliar. Jadi hampir imbang antara syariah dan konvensional,” ujar Direktur Utama LPDB Supomo  dalam konferensi pers secara daring, Jumat (19/11). Untuk koperasi konvensional, Supomo merinci pembiayaan telah disalurkan kepada 104 mitra. Sementara itu, untuk koperasi syariah dana disalurkan kepada 59 mitra.

Ia mengatakan dengan realisasi itu, dalam kurun waktu 2008 hingga 2021, pihaknya telah menyalurkan dana sebesar Rp13,6 triliun kepada 3126 mitra. Dana itu disalurkan untuk koperasi konvensional Rp10,6 triliun dan syariah Rp3,2 triliun.

“Kenapa syariahnya jomplang banget untuk akumulasi 2008, karena memang baru dua tahun ini kita konsentrasi untuk pembiayaan syariah,” imbuhnya.

Selain itu, LPDB juga berhasil menyalurkan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 Rp1.292 triliun. Dana disalurkan untuk koperasi konvensional Rp724,2 miliar dan syariah Rp567,7 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada 60.733 koperasi syariah dengan 43 mitra dan 58.050 konvensional dengan 41 mitra. Jadi total penerima manfaat penerima PEN 2020 sebanyak 118.783 para pelaku UKM,” ujar Supomo.

Supomo menuturkan pada 2021, LPDB juga mulai mengembangkan inkubator wirausaha yang telah bekerja sama dengan delapan lembaga inkubator yang tersebar di Indonesia.

Untuk Provinsi Jawa Barat, LPDB bekerja sama dengan Pusat Inkubator Bisnis Oorange Universitas Padjajaran dan Cubit Inkubator Bisnis. Kemudian untuk Provinsi Lampung bekerja sama dengan Siger Innovation Hub.

Di Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Inovasi Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya dan Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga. Selanjutnya untuk Provinsi Bali bekerja sama dengan Inkubator Bisnis LPPM Universitas Udayana. Untuk Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Inovasi dan Inkubator Bisnis Teknologi Universitas Tanjungpura. Sementara untuk Provinsi Papua bekerjasama dengan Pusat Inkubator Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua.

Tidak hanya itu, Supomo juga menyebut padat 2021, LPDB juga ikut berbenah dengan melakukan beberapa transformasi digital.

Salah satunya dengan mempergunakan proposal digital atau E-Proposal. Hal ini juga menurutnya untuk mendukung Green Business Process.

“Kami telah melakukan E-Proposal. Jadi proposal yang dikirimkan itu sudah bisa dalam bentuk E-Proposal jadi tidak usah kirim hardcopy ke Jakarta. Ini dalam rangka untuk mendukung Green Business Process. Jadi mulai dengan proposal online atau E-Proposal ini,” ungkapnya. (Nug)