10 perusahaan dari Indonesia dan Polandia berpartisipasi dalam Seminar Kerja Sama Bilateral terkait sektor perkeretaapian 

SURABAYAONLINE.CO – Indonesia dan Polandia memperdalam kerja sama di bidang industri perkereta apian dengan mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara yang bergerak di bidang tersebut untuk mewujudkan realisasi kesepakatan bisnis yang konkret.

“Sekarang saatnya membawa kerja sama ini lebih jauh dengan menciptakan perjanjian bisnis yang konkret,” katanya saat membuka acara.

Dengan program modernisasi, Polandia telah membangun lebih dari 200 proyek dan modernisasi lebih dari 9.000 km rel kereta api.

Angka itu masih setengah dari rel di Polandia. Menurutnya, banyak perusahaan Polandia yang berhasil bersaing dengan mitra di Eropa dan Asia dengan menawarkan harga yang terjangkau. Untuk itu, Stoczy”ska mengaku siap untuk membantu Indonesia dalam penyediaan teknologi guna merealisasikan cita-cita menjadikan kereta api sebagai pilihan transportasi bagi masyarakat.

Sebanyak 10 perusahaan dari Indonesia dan Polandia berpartisipasi dalam Seminar Kerja Sama Bilateral Di Sektor Perkeretaapian di Polandia dan Indonesia yang dilaksanakan secara hybrid pada Selasa (26/10).

Duta Besar Polandia untuk Indonesia Beata Stoczy”ska mengatakan kegiatan ini adalah inisiasi Polish Investment and Trade Agency (PAIH) di Jakarta.

“ Ada sinergi yang berpotensi untuk program modernisasi kereta api di Indonesia sampai 2030 yang bernilai US$19 miliar. Kedutaan Besar Polandia dan PAIH siap untuk membantu untuk mencapai koneksi bisnis,” ungkapnya.

Sebelumnya, Indonesia telah menandatangani tiga MoU pada Juli 2021, antara PAIH, Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA), dan Polish Railway Chamber untuk pengembangan industri perkeretaapian.

Beberapa perusahaan BUMN yang berpartisipasi dalam acara ini adalah PT LEN, PT INKA, PT Nindya Karya, PT Adhi Karya Tbk., PT Pindad. Adapun pelaku bidang kereta api dari Polandia di antaranya adalah Medcom, IHSYSTEMS, Pixel, Neel, dan Lughlight. (Windi)