Uji Coba Pemberlakuan PPKM Level 1 di 5 Daerah Jawa Timur

SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan uji coba pemberlakukan PPKM Level 1 di 5 daerah yang baru saja mengalami penurunan asesmen situasi Covid-19 menjadi level 1.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan 5 daerah yang telah mendapatkan asesmen level 1 situasi Covid-19 Kemenkes berdasarkan Inmendagri nomor 53 tahun 2021 yakni Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kota Pasuruan. “Kelima daerah ini akan dilakukan uji coba pemberlakuan PPKM Level 1, dan penerapan itu akan tetap diimbangi dengan tindakan testing, tracing, dan treatment (3T), serta peningkatan disipli protokol kesehatan,”

Dia mengatakan sesuai petunjuk pemerintah pusat, pihaknya telah membentuk task force atau gugus tugas yang terdiri dari para pakar di bidangnya untuk memantau penerapan PPKM level 1 new normal. Task force tersebut telah dilakukan untuk wilayah Kota Blitar yang lebih dulu melakukan uji coba pemberlakukan PPKM level 1.

“Alhamdulillah dengan bertambahnya jumlah PPKM level 1 ini menjadikan Jatim sebagai provinsi terbanyak yang memiliki daerah yang berada pada level 1 di wilayah Jawa Bali,” imbuhnya. Adapun di Jatim ada 5 kota dengan asesmen situasi level 1, sedangkan di Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing ada 2 daerah dengan level 1.

Sementara DKI Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali masih belum ada daerah yang masuk dalam PPKM level 1.  Sedangkan untuk PPKM level 2 di Jatim dalam Inmendari No. 53 Tahun 2021 terdapat pada 9 daerah di antaranya, Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Batu, Jombang, Banyuwangi, Lamongan, Gresik.

Untuk PPKM level 3 terdapat pada 24 kabupaten/kota yaitu Tulungagung, Trenggalek, Situbondo, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Magetan, Lumajang, Kota Probolinggo, Kabupaten Kediri, Bondowoso, Kabupaten Blitar, Tuban, Sumenep, Sampang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Pamekasan, Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Jember, Bojonegoro, dan Bangkalan.

Khofifah menambahkan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras bersama seluruh pihak dan masyarakat dari tenaga kesehatan, forkopimda, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat. “Kita terus berikhtiar dan berdoa agar kondisi Covid-19 di Jatim makin terkendali, dan kita tinggal mengejar capaian vaksinasinya saja supaya bisa sesuai dengan syarat penerapan PPKM level 1 berdasarkan Inmendagri, dan mari bersama-sama tetap disiplin prokes, jangan lengah dan kendor,” imbuhnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, capaian vaksinasi di Jatim per 19 Oktober 2021 telah mencapai 18.165.287 untuk dosis pertama atau setara 57,08 persen dari total sasaran sebanyak 31.826.206 dosis. Sedangkan dosis kedua telah mencapai 9.824.303 atau mencapai 30,87 persen. Cakupan vaksinasi tertinggi berada di Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Madiun.

Untuk daerah dengan cakupan vaksinasi terendah ada di Pamekasan, Sampang, Sumenep, Trenggalek dan Bangkalan. Secara total kumulatif kasus positif Covid-19 di Jatim telah mencapai 397.481 kasus atau bertambah 95 kasus baru per hari. Dari jumlah kumulatif itu, sebanyak 367.269 orang telah sembuh atau bertambah 103 orang, dan sebanyak 29.506 orang telah meninggal dunia atau bertambah 6 orang meninggal, serta kini sebanyak 652 orang masih dalam perawatan. (Nug)