Xiaomi naik harga karena chip langka, samsung-oppo bertahan

SURABAYAONLINE.CO – Xiaomi Indonesia terpaksa menaikkan harga jual smartphone untuk empat tipe berbeda sebagai imbas dari kelangkaan komponen chip yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Produsen smartphone kesulitan untuk mendapatkan salah satu hal penting dalam perakitan ponselnya. Informasi kenaikan harga tersebut disampaikan langsung Xiaomi Indonesia melalui media sosial Instagram pada dua hari lalu.

“Jadi seperti yang mungkin kalian sudah tahu, kondisi industri smartphone dunia saat ini tengah dihadapkan oleh kelangkaan komponen yang mengakibatkan kenaikan harga. Hal ini mengakibatkan beberapa produk kami juga terkena dampak tersebut.”
“Maka dari itu, dengan berat hati, kami harus melakukan penyeuaian harga sebesar Rp100 ribu kepada empat produk kami,” tulis Xiaomi melalui pernyataan resminya.

Empat produk yang mengalami kenaikan harga terjadi pada ponsel Xiaomi tipe 9A yang dijual mulai harga Rp1.299.000. Untuk Redmi 9C dibanderol mulai Rp1.499.00, POCO M3 Pro 5G dihargai mulai Rp2.699.000 serta Redmi Note 10 5G mulai dari harga Rp2.799.000.
Kenaikan harga tersebut telah berlaku efektif mulai kemarin atau 12 Oktober 2021. Kemungkinan besar beberapa produsen smartphone lain juga bakal mengikuti jejak Xiaomi untuk melakukan penyesuaian harga terkait kelangkaan chip tersebut.

Beda halnya dengan Xiaomi, alih-alih menaikkan harga OPPO justru melakukan koreksi harga di beberapa unit smartphone-nya. Bahkan, OPPO Indonesia justru belum berencana untuk menaikkan harga jual ponselnya.
Tapi cenderung promo dan kasih cashback. Sampai saat ini sih belum ada rencana kenaikan harga dari ponsel itu sendiri ya, karena emang ketika terjadi kelangkaan chipset kemarin, kami dari OPPO justru menjalin kesepahaman dengan produsen prosesor untuk menjaga rantai supply ke OPPO

Aryo menjelaskan untuk di smartphone kelangkaan chipset justru terjadi pada ponsel 4G. Sebab itu, diakuinya banyak produsen yang menempuh cara dengan mengadaptasi beberapa chip ponsel dari beberapa produsen yang memang tidak banyak digunakan oleh vendor ponsel seperti Qualcomm dan Mediatek.

“Tapi OPPO agaknya belum memiliki masalah disitu untuk menjaga kelangkaan ini. Lebih kepada memastikan kesepahaman bersama dalam jangka panjang untuk para produsen terus dapat menyuplai chip prosesor itu ke OPPO. Mungkin ya produsen berani karena memang kebutuhan kami yang besar,” imbuhnya.

Begitu juga halnya dengan vivo yang mengaku masih dapat memenuhi kebutuhan chip untuk produksi ponselnya sampai saat ini. Hal itu ditegaskan Edy Kusuma selaku Senior Brand Director vivo Indonesia.

“Saat ini, kebutuhan dalam negeri untuk berbagai seri smartphone vivo masih dapat kami penuhi, dan tidak ada kendala dalam aktivitas produksi. Kami juga berupaya untuk tetap memberikan harga terbaik bagi konsumen,” tegas Edy.
Menyoal kenaikan harga akibat imbas dari kelangkaan komponen chip ponsel, Samsung justru berusaha untuk menjaga supaya harga barang tetap berada di harga yang direkomendasikan.
Sejak diluncurkan, Samsung menjaga harga Galaxy A03s tetap di harga rekomendasi retail Rp1,799 juta, Galaxy A12 mulai dari Rp2,399 juta, dan Galaxy A22 Rp2,999 juta agar.

“Selain itu, untuk kemudahan konsumen, jika mereka membeli melalui Samsung.com/id dapat memilih untuk mengambil di Samsung store terdekat, dan akan dibantu memindahkan data dari smartphone lama ke smartphone Samsung Galaxy baru-nya,” kata Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia.

Marketing Director realme Indonesia, Palson Yi mengatakan produknya turut mengalami dampak akibat situasi kelangkaan chip. Namun, ia memastikan tidak akan membuat kenaikan harga untuk produk smartphone-nya seiring dengan kelagkaan komponen chip. Melihat perkembanga

“Seetelah diskusi panjang dengan tim internal realme dan masukan dari beberapa pihak, kami berkesimpulan tidak menaikkan harga smartphone untuk waktu yang belum bisa ditentukan. Dengan harapan, realme fans dapat terus meniikmati produk terbai dan harga terjangkau dari realme Indonesia,” ucap Palson melalui Instagram resminya.

Sementara itu, perusahaan ritel dan distribusi perangkat elektronik yang berhubungan dengan telekomunikasi Erajaya mengaku tidak dapat menanggapi isu kenaikan harga smartphone akibat kelangkaan chip. Pada dasarnya, sebagai distributor Erajaya berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumennya.

“Kami tidak dapat menanggapi rumor yang beredar di pasar. Erajaya terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan setia kami di seluruh wilayah tempat perusahaan beroperasi,” ujarnya. (Anugrah Tri Laksono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *