Lupa Bawa Sampah Plastik? Tak Perlu Khawatir, Kini Suroboyo Bus Bisa Tapping

SURABAYAONLINE.CO – Suroboyo bus merupakan alat transportasi modern milik Pemerintah Kota Surabaya untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan perjalanan dalam kota.

Diluncurkan sejak tahun 2018, kini Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mengeluarkan inovasi yaitu dengan meluncurkan sistem pembayaran Suroboyo Bus menggunakan kartu e-money dengan cara tapping (menempelkan kartu) seperti yang dilakukan di tol.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan sesuai visi misi Kota Surabaya yang merencanakan sustainable transport, khususnya di bidang transportasi, dan juga untuk merealisasikan misi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menjadikan Kota Surabaya sebagai smart city atau smart mobility, maka kali ini Dishub menggandeng perbankan dari BCA dan Bank Jatim serta Jasa Raharja cabang Surabaya melaunching alternatif pembayaran baru untuk Suroboyo Bus.

“Jadi, kalau sebelumnya membayar dengan menggunakan sampah plastik dan menggunakan Qris yang diluncurkan oleh Bapak Wali Kota Surabaya, maka kali ini kita kembangkan lagi alternatif pembayarannya dengan sistem pembayaran tapping menggunakan kartu Flazz, seperti yang biasa kita lakukan di tol-tol, sehingga cukup menempelkan kartu ke sebuah alat atau mesin yang sudah kita siapkan,” kata Irvan saat meluncurkan sistem pembayaran baru itu, Senin (11/10/2021), mengutip dari laman resmi pemkot surabaya.

Ia juga menegaskan bahwa sistem pembayaran dengan kartu Flazz ini sudah diberlakukan mulai hari senin (11/10/21). Tentunya, sistem pembayaran ini semakin menambah alternatif pembayaran dalam menggunakan jasa layanan Suroboyo Bus.

Selama ini, sistem pembayarannya menggunakan sampah botol plastik, menggunakan pembayaran non tunai melalui scan QRIS, dan kali ini ditambah dengan menggunakan sistem tapping pakai kartu e-money.

“Jadi, kami menghindari transaksi tunai, karena program Bapak Wali Kota juga terus mengembangkan sistem cashless. Kami juga mendukung program Bank Indonesia (BI) tentang Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), dan juga pembayaran semacam ini sangat cocok di tengah pandemi ini, karena tidak ada proses bersentuhan yang dapat memicu tersebarnya Covid-19,” tegas Kepala Dishub

Sementara itu, untuk tarif Suroboyo bus masih sama, yaitu Rp.5000 untuk umum serta Rp.2500 untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. (Vega)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *