Tips Mengendalikan Hiperfokus Menjadi Hal Positif

SURABAYAONLINE.CO – Jika Kamu berpikir bahwa bekerja secara total sampai tidak pernah tidur adalah sebuah dedikasi, Kamu salah. Sebenarnya ini adalah kebiasaan buruk tanda gangguan psikologis yang berbahaya. Bekerja berlebihan dan hiperfokus pada hasil bukanlah sebuah motivasi, melainkan tanda Kamu sedang sedang berjuang dengan kecemasan.

Hiperfokus memang membantu di saat-saat tertentu, namun itu juga mempunyai dampak negatif. Contohnya, kamu bisa menjadi kritis terhadap diri sendiri dan mengharapkan diri kamu untuk selalu bisa fokus. Misalnya, jika kamu fokus secara intens selama 12 jam sehari untuk memenuhi tenggat waktu, kamu akan bertanya-tanya mengapa kamu tidak dapat melakukannya pada hari berikutnya juga. Namun Hiperfokus juga bisa diubah menjadi hal positif, berikut ini beberapa caranya:

Sesuaikan Karir kamu Dengan Aktivitas Hiperfokus mu

Pilih jalur karier yang sejalan dengan apa yang cenderung kamu fokuskan. Seperti yang di jelaskan Nadeau, “Pilih apa yang Anda sukai sebagai pekerjaan hidup Anda.” Dengan cara ini, hiperfokus kamu dimanfaatkan dengan baik dalam memajukan karirmu. Plus, kamu akan jauh lebih bahagia melakukan apa yang kamu sukai.

Jika Kamu Adalah Orang Tua dari Anak Dengan ADHD, Cari Tahu Apa yang Menjadi Fokus Anak

Mengetahui apa yang menjadi fokus hiper anak kamu memberi kamu wawasan tentang bidang minat dan motivasi mereka. Ini mungkin bukan hal yang menarik bagi anak berusia 9 tahun! Dengan pengetahuan ini, kamu dapat menyesuaikan kegiatan mereka untuk memasukkan bidang minat ini.

Misalnya, ketika juara renang Olimpiade Michael Phelps masih muda, dia berjuang di sekolah. Ibunya menyesuaikan pendidikannya dengan minatnya dalam berenang. Untuk membantunya membaca, dia memberinya rubrik olahraga di koran dan memastikan soal matematikanya di sesuaikan sehingga berhubungan dengan renang.

Identifikasi Apa Aktivitas Hiperfokus

Ketika kamu sudah tahu persis hiperfokus, kamu dapat memilih dengan hati-hati ketika akan melakukannya. Jika kamu hanya punya waktu beberapa menit sebelum pergi keluar dengan pasangan, kamu harus tidur, jangan memulai aktivitas hiperfokus.

Tetapkan batas waktu

Akan sangat membantu bagi orang tua untuk menetapkan batas waktu yang tegas seputar kegiatan “pelarian” di mana anak-anak mereka cenderung hiperfokus. Duduklah bersama anak kamu, diskusikan masalahnya dan bersama-sama kamu dapat menentukan batas waktu yang telah ditentukan.

Orang dewasa juga dapat melarikan diri ke televisi, video, atau grup dan forum obrolan online. Cobalah untuk membatasi waktumu berpartisipasi dalam kegiatan yang mengecualikan kamu dari dunia luar. Cari tahu jumlah waktu yang telah di tentukan untuk terlibat dalam aktivitas, dan patuhi itu.

Setel Pengingat

Cari tahu cara untuk menetapkan isyarat yang mengingatkan kamu kapan saatnya untuk beristirahat dari suatu aktivitas. Orang dewasa mungkin ingin menyetel alarm untuk membantu mereka melepaskan diri dari tugas untuk sementara waktu. Orang tua dapat membantu anak-anak mereka melakukan hal yang sama. Mereka juga dapat memberikan pengingat verbal dan fisik. (Windi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *