Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem, Pemerintah Prioritaskan 5 Kabupaten Di Jawa Timur

SURABAYAONLINE.CO – Tahun 2020 merupakan tahun terberat bagi seluruh negara, termasuk Indonesia. Hadirnya pandemi Covid-19 yang hingga kini belum usai memberikan dampak yang sangat kompleks di berbagai bidang. Tidak hanya menyebabkan kesehatan banyak masyarakat terganggu hingga angka kematian meningkat, pandemi ini juga telah “berhasil” membuat Indonesia jatuh ke dalam jurang resesi dengan angka laju pertumbuhan ekonominya mencapai -2,07% (c-to-c) di tahun 2020.

Angka minus yang cukup tinggi tersebut membuat perekonomian Indonesia goyah. Hampir seluruh usaha masyarakat pun terdampak hingga akhirnya menyebabkan tingkat kemiskinan di Indonesia meningkat.

Oleh karena itu, pemerintah telah berkomitmen untuk melakukan upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem melalui penambahan alokasi anggaran.

Demi memastikan tercapainya sasaran prioritas dari program pemerintah, Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja ke salah satu provinsi prioritas yakni Provinsi Jawa Timur dalam rangka menghilangkan kemiskinan ekstrem pada tahun 2024.

Pada kunjungan kerjanya tersebut, Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin melakukan rapat kerja dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak beserta 5 Bupati yang wilayahnya menjadi prioritas di tahun 2021.

Khusus untuk 5 kabupaten di Provinsi Jawa Timur, yang menjadi prioritas di tahun 2021 ini memiliki total jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 508.571 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem sebanyak 265.180 rumah tangga.

Kabupaten yang menjadi prioritas tersebut yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Sumenep.

Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah akan mengalokasikan bantuan sosial untuk 5 Kabupaten prioritas di Jawa Timur selama tiga bulan menjelang akhir tahun 2020. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem.

Lalu, untuk dapat menjangkau sasaran yang tepat, yaitu kelompok masyarakat miskin ekstrem di masing-masing kabupaten prioritas, diperlukan pemutakhiran data Kelompok Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial tunai tersebut.

Wapres mengapresiasi inisiatif dari Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Timur dalam upaya menanggulangi kemiskinan yang telah dilakukan selama ini.

Terutama beberapa program-program yang telah dilaksanakan seperti Program Jatim Puspa, Pemberdayaan BumDes, Desa Berdaya, PKH Plus dan lainnya. Namun demikian Wapres mengingatkan bahwa tetap diperlukan kerja ekstra keras untuk memastikan pengentasan kemiskinan ekstrem dapat diwujudkan pada akhir tahun 2024.

Selain itu, menentukan fokus prioritas serta memfokuskan sumber daya untuk mendorong pengurangan kemiskinan ekstrem harus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama kelima kabupaten prioritas dalam percepatan dalam mengurangi kemiskinan. (Vega)