Terkuak! 5 Mitos Mobil Elektrik yang Salah

SURABAYAONLINE.CO – Masyarakat dunia saat ini mulai bersiap-siap untuk menerima perubahan teknologi menuju teknologi berbahan dasar energi yang terbarukan. Salah satunya adalah energi listrik. Di sektor otomotif pun geliat produsen mobil terhadap mobil listrik semakin membesar. Namun masyarakat luas masih maju-mundur tentang teknologi baru ini. Sebagian orang masih takut akan mitos-mitos yang bersanding dengan mobil listrik. Berikut lima mitos dan faktanya yang sudah kami rangkum dari NowThisNews.

 

  1. Biaya Mobil Elektrik Lebih Mahal Daripada Mobil Berbahan Bakar Minyak

Memang sebagian mobil elektrik masih memiliki range harga yang sangat mahal, seperti Porsche Taycan yang dibanderol di angka sekitar Rp 3 miliaran namun pada kenyataannya mobil elektrik menggunakan komponen yang lebih sedikit daripada mobil konvensional. Sehingga, biaya pemeliharaannya lebih murah 30-40%. Kenyataannya di Amerika negara asal Tesla, masyarakat yang menggunakan mobil listrik mampu mengurangi dana untuk mengisi bahan bakar minyak sekitar $ 770 (sekitar Rp 11 juta).

  1. Jarak Tempuh Mobil Listrik Yang Tidak Terlalu Jauh

Memang dengan hadirnya teknologi yang baru ini masyarakat akan was-was kapan mereka harus mengisi daya baterai mobil mereka kembali dikarenakan waktu pengisian yang cukup lama. Namun pada kenyataannya dalam sekali pengisian daya, rata-rata mobil elektrik mampu menempuh jarak kurang lebih 400 km. Bayangkan saja anda tidak perlu mengisi daya dalam satu perjalanan pulang-pergi Surabaya-Jember! Menarik bukan?

  1. Mobil Elektrik Lebih Membahayakan Lingkungan

Meskipun pada kenyataannya produksi baterai mobil elektrik memang lebih banyak menghasilkan co2 dan emisi dibandingkan dengan produksi mobil konvensional, namun kenyataannya dalam jangka panjang mobil elektrik akan lebih ramah energi yang secara langsung akan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

  1. Mobil Elektrik Merupakan Barang Mewah Yang Dibuat Untuk Kalangan Atas

Masyarakat mempersepsikan mobil elektrik dengan barang mewah dan hal ini didukung dengan harga mobil elektrik yang terkesan mahal, namun dalam perkembangannya mobil elektrik sudah semakin murah. Seperti yang kita tahu Honda dan GM telah berjanji untuk berhenti memproduksi mobil konvensional maka bisa dipastikan ketika seluruh dunia sudah lebih familiar dengan teknologi mobil elektrik maka dikemudian hari harga-harga mobil elektrik akan sangat menarik.

  1. Baterai Mobil Elektrik Berbahaya

Beberapa orang takut akan baterai litium ion yang dimiliki mobil elektrik bertegangan tinggi akan mudah terbakar apabila terjadi kecelakaan. Pada kenyataannya penelitian di Amerika menyatakan penggunaan mobil elektrik menurunkan resiko terluka akibat kecelakaan hingga 40%. Jadi mobil listrik sama amannya kok dengan mobil konvensional ya guys.