Makam Raden Sakti Kini Jadi Jujugan Wisata Religi di Kawasan Pantura

LSURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Gresik dikenal memiliki banyak tempat wisata religi, yang tersebar di seluruh penjuru hingga ada yang di Pulau Bawean, yang berjarak 18 mil dari Kota Gresik.

Itu belum termasuk dua tempat religi yang sudah sangat terkenal dan dihormati kaum muslim, yaitu makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim.

Salah satu wisata religi yang kini mulai banyak menyedot minat masyarakat untuk berziarah, adalah, Makam Raden Sakti di komplek Gunung Pentung di Desa Bungah Kecamatan Bungah.

Huda juru kunci mengatakan, Haul Mbah Raden Sakti diadakan bersamaan Hari Raya Ketupat, tahun ini jatuh pada Kamis, 20 Mei 2021.

“Biasanya, perayaan haul diisi dengan istighosah, hadrah,, tahlil, dan ceramah agama yang diadakan di areal makam. Namun karena masa pandemi,, haul hanya dengan tahlil sederhana,” ujarnya.

Di kompleks makam Raden Sakti atau lebih dikenal Gunung Pentung ini, setiap hari banyak dikunjungi peziarah dari luar kota.

“Banyak peziarah datang karena dapat petunjuk, baik dari guru atau kyai, untuk datang ziarah ke sini ” ujar Huda.

Dikatakan Huda, selain makam Raden Sakti di areal kompleks makam terdapat makam para pengikut setianya, yaitu Mbah Gampang, Mbah Mireng, Mbah Maryam dan Mbah Singo Rono.

Sementara Kris Aji, Budayawan Gresik mengatakan Raden Sakti masih keturunan Prabu Siliwangi dan dari Hariyan Kencana yang ada di Panjalu Ciamis, Jawa barat.

Menurutnya, Raden Sakti suka berkelana ke pelosok mencari jati diri, hingga sampailah di wilayah Bungah. Merasa menemukan tempat yang tepat, Raden Sakti memilih menetap dan mendirikan padepokan untuk syiar agama Islam.

Beberapa dokumen dan tinggalan sejarah menyebutkan, seperti tertulis di buku yang ada di pengurus makam Panjalu, sejarah Raden Sakti ditemukan pada tahun 1990 an.

Selain cungkup utama, ada beberapa cungkup makam tokohblainnya. Seperti di sebelah timur ada makam Mbah Cukul, sesepuh Sesa Pandowo Limo yang ada di Kabupaten Lamongan.

Di sebelah barat cungkup makam Mbah Asiman, yang merupakan juru kunci pertama.

Di Utara terdapat makam Mbah Sarah, nama aslinya Dewi Saroh, dan di selatan sekitar ada makam Mbah Gomblo, ke selatan lagi sekitar 100 meter ada makam Mbah Santri di utara jalan masuk ke Pondok Al ikhlas. dari makam Mbah Santri ke barat lagi sekitar 400 meter ada makam Mbah Gondang.

Selain Raden Sakti, ada tokoh wali penyebar agama Islam di sekitar wilayah Bungah.

Mereka adalah Mbah Sayyid Iskandar (Desa Kisik, Mbah Ngabar (Desa Sukorejo), Mbah Aentono (Desa Abar-abir), Mbah Cloreng (Desa Abar-abir), Kyai Gede (Desa Bungah, Mbah Gondang (Desa Bungah), Mbah Sentono (Desa Masangan), Mbah Husaini (Desa Bedanten), Mbah Mojopuro (Desa Mojopuro). (san)