Reaksi Warganet Soal Perlintasan Maut Pondok Benowo Indah, Pasca Wuling Dihantam KRD di Benowo, Tewaskan Eko Setio

SURABAYAONLINE.CO | SURABAYA – Perlintasan Kereta Api di kawasan Pondok Benowo Indah, Sememi, Benowo, Kota Surabaya dikritik warganet menyusul terjadinya kecelakaan Mobil Wulung yang ringsek dihantam KRD Surabaya-Bojonegoro, Rabu (28/4/2021).

Sejumlah warga menyayangkan keamanan dari perlintasan KA di lokasi itu. “Palang pintu masih manual seharusnya didalam kawasan yg padat penduduk diberikan palang pintu otomatis dan petugas yang disiplin dalam menjaga,” ujar warganet Alvin Molti.

Alvin berharap, semoga peristiwa yang menewaskan Eko Setio (47) ini, benar-benar menjadi koreksi bersama dinas terkait demi keselamatan bersama. “Turut berduka cita bagi korban,” ungkap Alvin dalam akun FB E-100 Surara Surabaya

Lain lagi dengan unggahan Fikri Hadi, sudah seharusnya kawasan (pondok Benowo Indah) PBI di pasang palang otomatis. Kawasan ini sering terjadi kecelakaan antara mobil vs kereta, bus vs kereta bahkan kereta vs kereta juga pernah. “Dan setelah sekian lama akhirnya terjadi lagi,” ungkapnya.

Sementara D’dy Aphonk, mengatakan setiap hari dirinya melintas di kawasan ini. Sudah sepantasnya kawasan ini mendapat perhatian khusus.

“Padahal disitu ada 4 perumahan besar dan padat penduduk yakni Pondok Benowo Indah, Dreamingland, Western Village, Griya Benowo Indah, Jelas D’dy.

Akses keluarnya juga sempit, “sering terjadi kemacetan bahkan yang ngeri bila terjadi kemacetan ada kendaraan yg antri diatas rel kereta,” ungkapnya.

Dikatakan, sudah jalannya sempit ditambah portal kereta yg makin memper sempit jalur kendaraan yangg akan mau keluar masuk perumahan.

“Jagan mengandalkan yang jaga perlitasan karena sering telat walaupun kami warga juga iuran untuk petugas perlitasan tiap bulannya. Lebih baik tengok kanan kiri dulu sebelum melewati rel kereta,” pintanya.

RINGSEK – Kondisi mobil setelah ditabrak KRD Surabaya-Bojonegoro di perlintasan Pondok Benowo Indah, Rabu (28/4/2021). foto: e-100

Wuling vs KA
Sementara dalam kecelakaan yang terjadi kali ini dialami pengendara mobil minibus Wuling hitam yang dihantam di di palang pintu perlintasan itu.

Akibat peristiwa itu, kondisi mobil Wuling itu ringsek setelah dihantam KRD jurusan Surabaya -Bojonegoro. Menurut saksi mata, Muslimin pengendara tewas di lokasi akaibat laka itu.

Menurutnya, korban sempat terpental keluar mobil saat kereta menabrak mobil yang dikendarainya. “Mobil nabrak tembok sampai jebol, satu orang (terlempar) keluar,” kata Muslimin.

Muslimin mengungkapkan, mobil minibus terlempar dan menimpa kamar mandi sebuah warung kopi yang berada di sekitar perlintasan. Akibatnya, bangunan tersebut ambruk.

Seorang pedagang Es Tebu, Narko mengaku terkejut saat kejadian tabrakan terjadi. Dia mengaku saat kejadian itu dirinya tak jauh dari lokasi.

Bahkan, ia menyaksikan korban meninggal dunia di tempat usai terlempar dari mobilnya dan mengakibatkan tembok sebuah bangunan jebol.

“Kondisinya (korban) tertimpa tembok, meninggal. Tadi terdengar, langsung tertabrak, orangnya terlempar dari mobil, ada 1 orang,” tuturnya.

Tak lama kemudian, petugas kepolisian dari Polsek Pakal tiba di lokasi. Petugas langsung menyisir lokasi dan mengevakuasi korban beserta kendaraannya. Sedangkan, mobil mini bus yang ringsek itu diderek sekitar pukul 14.00 WIB. (*/dd)