Infrastruktur Rusak Berat Akibat Banjir Begini Seruan Taur Matan Ruak ke Mitra Internasional

Surabayaonline.co | Dili – Perdana Menteri, Taur Matan Ruak, meminta kepada mitra Internasional dan Persatuan Masyarakat Timor Leste untuk membantu perbaikan fasilitas umum yang rusak, akibat banjir yang melanda Timor Leste.

“Atas nama Pemerintah dan rakyat Timor-Leste, saya ingin berterima kasih kepada komunitas internasional, terutama PBB, kedutaan besar di Timor-Leste, atas dukungan mereka dalam mengalokasikan sumber daya untuk mendukung Timor-Leste dalam pemulihan infrastruktur pasca banjir,” ujar Taur di Distrik Formasa, Dili

Taur Matan Ruak juga mengimbau kepada penduduk Timor untuk meningkatkan persatuan dan menghilangkan semua perbedaan ideologis untuk memberikan bantuan kepada semua warga negara.

Menurut Kepala Eksekutif, baik politikus maupun Perdana Menteri, Presiden Parlemen Nasional maupun Presiden Republik mendapat manfaat dari banjir yang menyebabkan kerusakan signifikan pada harta benda dan pribadi, yang menyebabkan penderitaan penduduk.

“Sudah bukan waktunya kami bertanding. Sekarang, saatnya untuk rendah hati dan menghormati orang mati dan membantu penderitaan rakyat. Kita harus menggunakan semua kekuatan kita untuk memihak rakyat ,” tegas mantan Panglima Gerilya Timor Leste ini.

Dikatakan Taur, saya memberikan seluruh hidup saya untuk orang-orang ini, untuk rakyat Timor Leste. Saya ingin semua orang Timor-Leste mengikuti sejarah Timor-Leste dan tidak memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan politik.

Jika kita melakukan ini, kita kehilangan martabat kita. Timor tidak pantas melakukan ini, karena dia adalah pejuang dan gerilyawan di masa-masa yang paling sulit dan dia terbukti kuat jika bersatu.

Dijelaskan oleh Taur Matan Ruak, bahwa saat ini, negara Timor Leste tidak hanya menghadapi krisis kesehatan covid-19. Tetapi juga kerusakan parah akibat banjir.

Dengan perkiraan kerugian mencapai lebih dari US $ 100 juta. “Banjir tahun lalu menyebabkan kerugian mencapai 50 juta dolar ,” kenangnya.

Akan tetapi Kepala Pemerintahan mengenang bahwa sistem drainase aliran Comoro, Maloa dan Becussi rusak total. Aliran ini membahayakan seluruh populasi. Jumlah korban tewas akibat banjir pada Minggu kemarin sudah melebihi 30 orang. (Timorpost)