Setelah Gagal di Piala Menpora 2021 Begini Reaksi Presiden Persik Kediri

Surabayaonline.co | Kediri – Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih akhirnya buka suara tentang beberapa hal, terkait gagalnya tim Macan Putih di Laga Piala Menpora 2021.

Penjelasan Hakim Bafagih, di antaranya adalah hasil pertandingan Persik di Piala Menpora 2021 dan peristiwa aksi demo Persikmania di depan mes pemain Jumat(9/4/2021) dini hari 02.00 WIB.

Hakim mengungkapkan, manajemen sebenarnya tidak menargetkan muluk-muluk di turnamen pramusim.

Karena pemain baru berkumpul sekitar dua pekan, target di Piala Menpora yang penting tidak menjadi juru kunci grup C.

“Syukur-syukur bisa lolos ke babak berikutnya. Itu adalah bonus,” kata Hakim kepada media.

Dan terbukti sebenarnya pencapaian Persik di Piala Menpora sudah melebih target. Andri Ibo dkk mengoleksi 4 poin dan menempati peringkat ketiga di bawah PS Sleman dan Persebaya Surabaya.

Saat melawan Persebaya, kata Hakim, manajemen memang membiarkan tim bermain dan beradaptasi. Pasalnya, pemain lama vakum dari aktivitas sepak bola sekitar setahun.

Dikatakan, setelah itu, grafik permainan Persik terus meningkat. Melawan Sleman, trendnya bagus meskipun hasilnya belum maksimal.

Kemudian melawan Madura United kita menang. Dan terakhir melawan Persela, di menit awal kita bermain bagus.

“Tetapi akhirnya di akhir pertandingan banyak yang menyayangkan (soal penalti). Harusnya pelanggaran,” ungkap Hakim.

Setelah menuntaskan semua pertandingan, Hakim mengakui sudah melakukan evaluasi. Jadi keliru jika manajemen belum mengevaluasinya.

Hanya saja, secara detail, pihaknya akan berdiskusi langsung dengan manajer dan tim pelatih.

“Saya undang hari Sabtu (10/4/2021) untuk meeting. Mereka saya minta untuk memberikan paparan apa saja yang harus dibenahi dari tim kita,” katanya.

Hakim mengucapkan terima kasih kepada Persikmania yang sudah mendukung Persik selama penyisihan grup Piala Menpora. Mereka punya caranya masing-masing dalam memberikan dukungan.

“Saya senang dengan dukungan tersebut. Mereka adalah bagian dari stakeholder sepak bola,” ungkap Hakim.

Soal slogan klub yang salah yang terlontar dari pelatih Joko Susilo, Hakim mengatakan, memang menyesalkannya.

Pihaknya sudah memberikan teguran. “Tapi sebenarnya saya bisa memaklumi karena mereka habis dari perjalanan darat yang melelahkan,” kata Hakim.

Untuk membicarakan perkembangan klub, manajemen berencana mengundang perwakilan suporter di hari ketiga bulan puasa.

Selain silaturahmi, Hakim akan menyampaikan kondisi klub terkini. “Supaya tidak ada opini liar. Kalau sekadar netizen, saya abaikan. Kalau suporter, saya pasti ajak bicara,” ucapnya.

Hakim berpesan jangan sampai ada orang luar yang merusak kekompakan dan kebersamaan tim. “Kita jaga bersama. Jangan ada yang menggerogoti kita,” pungkasnya. (*persik)