Gempa Malang Juga Berimbas ke Rusakan Gedung DPRD Kabupaten Blitar

Surabayaonline.co | Blitar – Gempa bumi yang berpusat di Malamg Selatan dengan kekuatan M 6.7 SR dngn kedalaman 25 Km dari permukaan laut, membuat warga masyarakat di Blitar Raya berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri. Gempa Bumi tang terjadi pukul 14.14 WIB itu tetasa begitu keras goyanganya hampir selama dua menit.

Untuk jumlah kerusakan baik di wilayah Kabupaten Blitar maupun Kota Blitar belum bisa di data karena setiap wilayah (Kantor Kecamatan) belum menyampaikan laporan.

Hal itu di sampaikan Cholik selaku ketua BPBD Kabupaten Blitar melalui saluran ponselnya, tapi mengakui mendapat laporan dari beberapa kecamatan lewat Whatsap (WA).

Yang dilaporkan berupa kerusakan rumah penduduk, banggunan masjid termasuk Rumah Sakit. Namun rata-rata laporan yang disampaikan adalah berupa atap genteng yang berhamburan dan rontok.

Bahkan ruangan banyak yang berantakan selain terkena guncangan gempa juga tertimpa plafon maupun genteng. Seperti di kantor DPRD Kabupaten Blitar kerusakanya sangat parah di Wilayah Kecamatan Kanigoro.

“Dari wilayah belum ada laporan masuk (resmi) kita nenerima foto maupun Vidio dari staf staf kantor maupun warga atas kerusakan itu, kita waspadai untuk informasi yang akurat, dari badan yang resmi. Jangan sampai tertipu oleh informasi hoax,” ujar M Kholik.

Dijelaskan oleh M Kholik, dan benar, yang beredar baik foto maupun video, yang kami terima itu resmi dari pihak korban. Baik di pertokoan termasuk kantor Pemkab Blitar dan Kantor Dewan Kabupaten Blitar yang alami rusak parah.

Menurut Kholik, laporan resmi dari wilayah kecamtan belum ada yang masuk. Untuk itu masarakat jangan sampai menyampaikan informasi yang belum tentu benar atau menyebarkan informasi hoax. Yang resmi adalah informasi dari pemeribtah (BPBD).

Sementara dari RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar di sampaikan dr Herya Putra, Wadir Pelayanan dan Penunjang RSUD, untuk kerusakan atas gempa bumi hanya ruang cempaka.

“Saat peristiwa terjadi ruang nomor 11 kosong, namun imbasnya berupa debu masuk ke kamar nomor 3 yang ada pasiennya,” terang dr Herya.

Sementara di singgung untuk evakuasi, dr Herya mengatakan, untuk langkah pertama, yaitu kamar nomor 3 terdampak yang bersebelahan itu dievakuasi. “Kami turunkan kebawah, sedang untuk pengecakan struktur atas masih kami lakukan,” ujar dr Herya.

Dijelaskan untuk evakuasi akan dicarikan tempat baru. “Ruangan yang belum termanfaatkan, seperti ruang Seruni, Rawat inap dibawah itu juga kosong, masih bisa dimanfaatkan,” tambah Herya (ari)