Hari Karst Nasional, FKMS Bentangkan Spanduk Bertuliskan Tolak Tambang Fosfat

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Dalam rangka mengisi Hari Karst Nasional yang diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Maret 2021. Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) bersama mahasiswa pecinta alam Mapala Wirasta Universitas Wiraraja melakukan kegiatan kampanye, berupa pemasangan spanduk

Spanduk berwrna putih itu bertuliskan “Tolak tambang fosfat jaga bebatuan karst,” ini terbang tepat di gugusan bebatuan karst desa Gedang-gedang, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep

Menurut Kordinator acara Nur Aisyah mengatakan, kampanye ini dilakukan untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat luas di Sumenep, pentingnya menjaga bebatuan karst untuk keberlanjutan lingkungan hidup

“Dalam momentum hari karst Nasional kami ingin menyadarkan semua pihak tentang pentingnya karst bagi kehidupan manusia,” katanya disela-sela kegiatan. Minggu 28/03/2021

Nur Aisyah mengingatkan, karst sebagai daerah endapan air apabilan dirusak akan berimbas terhadap minimnya ketersedian air dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan krisis air atau kekeringan. Selai itu, karst kata dia karst merupakan penjaga kelangsungan hidup manusia

“Jika kart dirusak, maka sumber air akan habis dan manusia akan menderita,” jelasnya

Untuk itu dalam pesan kampanye ia mengajak semua pihak, untuk menjaga karst dari segala kebijakan yang berpotensi merusak gugusan bebatuan karst. Salah satunya dengan menolak rencana Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan pertambangan fosfat skala besar, melalui review RTRT 2013-2033

“Kami juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menolak rencana tambang Fosfat sekala besar di Madura khususnya Sumenep, karena hal tersebut akan merusak batuan kars yang otomatis juga merusak sumber-sumber air di Madura,” tegasnya

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, kawasan bentang bebatuan karst ditetapkan sebagai kawasan lindung nasional, karena termasuk kedalam kawasan yang memiliki keunikan bentang alam. Selain itu karst ditetapkan sebagai warisan dunia oleh Unesco, maka tidak heran Indonesia mengajukan beberapa kawasan bebatuan karst untuk dijadikan warisan dunia. Thofu