SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Kegiatan lomba kerapan kelinci berlangsung lancar di Desa Batu Putih Laok, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang dilaksanakan Minggu 25 Juni 2021 saat penerapan PPKM Darurat
Anehnya, kegiatan yang mengundang keramain ditengah pemerintah melakukan pengetatan pembatasan aktivitas masyarakat, guna menekan penyebaran Covid-19, tanpa ada upaya pembubaran dari pihak berwajib pada kegiatan tersebut
Sebagai contoh, guna meningkatkan kedisiplinan PPKM di Kabupaten Sumenep semua stack holder setempat melakukan penertiban dan penindakan terhadap aktvitas masyarakat yang dapat mengundang keramaian misalnya, pembatasan oprasional cafe, berlakukan Work For Home (WFH) bagi semua kantor dinas
Lantas, siap yang memfasilitasi kegiatan uty dapat terselenggara?, usut punyak usut, berdasarkan informasi yang didapat media ini. Kegiatan lomba kerapan kelinci tersebut dapat terselenggara karena diduga difasilitasi oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) kecamatan dan yang pasti mencederai kebijakan pemerintah dalam mengatasi wabah Covid-19.
Seharusnya sebagai bagian dari pemerintah bisa memberikan sosialisasi dan pemahaman terhadap masyarakat. Bukan malah melanggar kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan pemerintah pada waktu lalu.
Oknum ASN yang diduga memfasitasi kegiatan lomba kerapan kelinci tersebut diduga menjabat sebagai Kasi Kesra di Kecamatan Batu Putih.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Batu Putih, Mujib dikonfirmasi melalui via WhatsApp messenger menjelaskan saat ditanyakan pemilik lapangan kerapan kelinci memiliki jabatan di Kantor Kecamatan Batu Putih. Pihaknya membenarkan kalau pemilik lapangan tersebut punya jabatan di Kecamatan sekaligus sebagai pengelola lapangan itu.
“Kalau lapangan itu biasanya sdr. Rudiyanto yang punya hak mengelola, dan diduga sebagai Kasi Kesra di Kecamatan,” kata Mujib saat diwawancarai, Senin (27/7/2021).
Disinggung soal keberlangsungan lomba kerapan kelinci tersebut, pihaknya mengaku tidak tahu kalau pada hari itu ada lomba. Ia hanya mengatakan pada setiap harinya dijadikan tempat latihan saja.
“Saya pribadi, tidak tahu ada lomba. Toh memang disana tempatnya latihan setiap harinya. Pastinya yang menyebabkan kerumunan, tidak boleh dilaksakan,” jelasnya.
Berbagai alasan-alasan yang tidak logis disampaikan dan tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Pada hari Minggu tanggal 25 Juli 2021 merupakan lomba kerapan kelinci kategori lokal. Akan tetapi pada waktu itu ada yang dari luar Kabupaten Sumenep yang mengikuti lombanya. Sehingga Mujib menyarankan untuk menghubungi yang bersangkutan untuk klarifikasi.
“Tadi, saya sudah klarifikasi ke yang bersangkutan.
memang klo pas hari minggu yang latihan memang lebih banyak dari hari biasanya. Atau untuk lebih ada titik terang sy sarankan untuk konfirmasi langsung ke yang bersangkutan,” ujarnya.
Sementara, kata penanggung jawab, pengelola lapangan, dan diduga sebagai Kasi Kesra Kecamatan Batu Putih, Rusdiyanto saat dimintai keterangan melalui via WhatsApp messenger. Pihaknya mengaku kegiatan itu bukan lomba akan tetapi latihan saja setiap Minggu.
“Ya betul, Masalah yang kemarin itu bukan lomba pak tapi latihan bersama 1 team. Saya mohon gak usa di perpanjang,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya disoal terkait adanya taruhan pada kondisi lomba tersebut sesuai informasi dan hasil investigasi di lapangan, pihaknya malah mengelak. “Gak ada taruhan mas,” tandasnya. (TH)