Wabup Kabupaten Blitar Rahmad Santoso Beri Apresiasi Polres Blitar, atas Terungkapnya Kasus yang Hebohkan Blitar.

SURABAYAONLINE.CO, Blitar – Pengungkapan demi pengungkapan oleh Polres Blitar atas tewasnya Kakek Bisri 71, setelah Polisi mendalami pengakuan tersangka Yuda 21, serta pemeriksaan saksi-saksi dan beberapa barang bukti yang mendukung hasil penyelidikan, untuk itu Polres Blitar resmi menetapkan tersangka Yuda sebagai tersangka tunggal dalam tragedi Jatinom dan telah di lakukan Pra Rekontruksi Rabu ( 3/3) sore sampai malam.

Dalam releasenya Kapolres Blitar AKBP.Leonard M Sinambela SH.S.IK MH Kamis (4/3) pukul.14.00 WIB mengungkapkan bahwa tersangka Yuda melakukan aksinya sendirian dengan dijerat pasal 339 KUHP dan pasal 365 KUHP, hal tersebut atas pengakuan tersangka Yuda dan mengakui semua peristiwa yang dilakukan yang mengakibatkan kakek Bisri pemilik Toko BISRI meninggal dunia setelah dipukul dengan sebatang kayu dan telah di lakukan Pra Rekontruksi.

“Jadi motif tersangka hanya menginginkan uang korban, dengan cara tersangka masuk di toko korban sekitar pukul.17.10 dan sembunyi sampai korban menutup Tokonya, dalam aksinya tersangka yang terekam cctv, sebelum lakukan aksinya sempat mematikan aliran listrik, agar tidak di ketahui korban.” Kata AKBP.Leonard di dampingi Wabup.Blitar H.Rahmad Santoso SH, Kasdim Blitar Mayor Leo Parsukan.

Dalam rekontruksi pada Rabu malam (3/3) yang berjalan hampir 3 jam itu dengan guyuran hujan lebat tersangka yang masih belia ini menjalankan adegan demi adegan rekontruksi bgaimana terjadinya pencurian di sertai pembunuhan tanpa arahan dari penyidik, dalam rekontruksi tersangka yang di saksikan Kapolres AKBP.Leonard tersangka melakukan bagaimana sejak awal masuk toko, sampai mengambil yang di laci toko, sampai melakukan pembunuhan terhadap korban, bahkan memperagakan mecekik leher korban sampai melakban kaki dan tangan korban dan terakhir kali meninggalkan toko BISRI.

“Saya hanya ingin uang pak, untuk mengambil motor yang saya gadaikan, karena pak Bisri bangun dengan membawa senter saya sembunyi, lampunya saya matikan jam sembilanan, pak Bisri keluar dari kamar langsung saya pukul dengen kayu yang ada dalam toko, saya ikat kaki dan tanganya, terus saya tutupi sarung punyanya pak Bisri, jadi tidak ada rencana membunuh, karena kaget dan takut saja memukul pak Bisri,” pengakuan Yuda pada wartawan.

Dalam Release kasus pencurian di sertai pembunuhan, ada peserta Istimewa yaitu hadirnya Wabup.Blitar Rahmad Santoso bersama Kasdim 0808 Blitar Mayor Inf. Leo Paraukan langsung mengikuti kegiatan release dan mendengar keterangan Kapolres dan pengakuan tersangka Yuda.

” Kami pemerintah daerah Kabupaten Blitar memberikan apresiasi pada Polres Blitar yang mana dalam waktu singkat berhasil mengungkap dan menangkap pelakunya dalam kasus yang menghebohkan di Kabupaten Blitar, untuk itu saya berpesan pada masarakat mari jaga bersama situasi Kamtibmas yang aman, nyaman karena ada Pak Babinkamtibmas dan pak Babinsa di setiap kecamatan, agar selalu koirdinasi masalah Kamtibmas,” pesan Wabup Blitar.

Untuk diketahui pencurian di sertai pembunuhan pemilik Toko BISRI terjadi pada Sabtu 27/2 lalu, yang menewaskan Kakek Bisri, berhasil di ungkap dan nenabgkap tersangkanya, yang rwk lain adalah tetangga dekat korban yang berjarak sekutar 100 meter dari TKP sedang Yuda berhasil membawa kabur uang korban satu juta
750 ribu rupiah.

“Untuk tersangka kita jerat pasal 339 KUHP dan 365 KUHP dngn ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara, sedang tersangka di tangkap di rumahnya pada Selasa (2/3) dini hari,jadi setelah melakukan pencurian dan pembunuhan tersangka tidak kemana mana, agar tidak menimbulkan kecurigaan.”Pungkas AKBP.Leonard sambil memperlihatkan BB.Ari