Dirut PG: Isu Pupuk Langka karena Petani Belum Susun E-RDKK

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengakui tahun 2021, pasti akan muncul isu kelangkaan pupuk. Potensi isu itu muncul, karena alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pupuk petani.

“Isu kelangkaan pupuk biasanya terjadi pada petani yang belum menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK). Karena memang syarat wajib petani menerima subsidi harus menyusun E-RDKK terlebih dahulu,” jelasnya saat mendampingi anggota Komisi IV DPR RI berkunjung ke Gudang Pupuk Petrokimia Gresik Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Senin (15/2).

Merujuk pada E-RDKK 2021, kebutuhan pupuk petani di Indonesia tercatat 23 juta ton. Sementara alokasi pupuk bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah hanya 9,04 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk organik cair (setara 1.500 ton).

“Gap inilah yang sering kali memicu isu kelangkaan pupuk di beberapa daerah. Tapi petani tidak perlu khawatir, karena Petrokimia Gresik menyiapkan pupuk non-subsidi sebagai alternatifnya,” tandas Dwi Satriyo.

Petani yang berhak atas pupuk bersubsidi adalah petani yang menggarap lahan tidak lebih dari 2 hektar, tergabung dalam kelompok tani (Poktan), dan menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK). (san)