Duuh..Karena Asyik Bincang bincang, Balita 3 Tahun Hanyut di Aliran Irigrasi Desa

SURABAYAONLINE.CO, Blitar-Akibat keteledoran orang tuanya, asyik ngobrol dengan sahabat lamanya, warga Kab.Gresik ini harus kehilangan anak bungsunya, saat kedua bocah umur 10 tahun dan 3 tahun ini asyik melihat derasnya air irigrasi desa di depan rumah yang kebetulan habis diguyur hujan lebat.

Persitiwa hanyutnya Mohamad Muharom Musaidi (3 ) ini, berawal kedua orang korban yakni Kasturi 33 dan istrinya Enik Kholifah Rohman 22 asal warga Desa Manyar Sidorukun Kab.Gresik sedang bertamu di rumah sahabatnya di Desa Semen Kec.Gandusari Kab.Blitar, saat berbincang bincang itulah tanpa disadari korban dengan saudaranya ini melihat aliran saluran irigrasi depan rumah tuan rumah.

” Saat kakak korban Agung Maulana (10) dan korban yang bernama Mohamad Muharam Musaidi 3 melihat aliran air di depan rumah, kakak korban Agung Maulana masuk kedalam rumah minta mandi, dan sekitar empat sampai lima menit, orang tua korban dan pemilik rumah mencari korban, karena hanya anak pertamanya yang masuk rumah, ternyata korban sudah tidak ada, karena di duga jatuh ke saluran irigrasi, akhirnya tuan rumah melapor ke perangkat desa lanjut ke Polsek Gandusari,” kata AKP.Imam Subechi Kasubag Humas yang didampingi Kapolsek Gandusari AKP.Tri Wahyudi.Kamis (4/2).

Kejadian yang terjadi pada Rabu (3/2) sekitar pukul 15.00WIB  itu oleh pihak BPBD dan warga masyarakat desa setempat bersama Polsek dan Koramil Gandusari tidak membuahkan hasil, menurut sumber di Desa Semen, aliran irigras lebar 75 cm denfan kedalama 1 Meter itu mengarah ke Sungai Lekso Kec.Wlingi, pencarian semalam Rabu (3/2) harus di hentikan karena cuaca tidak mendukung setelah Kab.Blitar di guyur hujan lebat sejak Minggu, yang mengakibatkan Aliran irigrasi begitu deras sampai meluap di sepanjang jalan Desa Semen.

” Sejak Rabu Sore sampai tadi malam pencarian korban belum di temukan, kesepakatan warga masarakat dan BPBD dan petugas lainya sepakat pukul.21.00 di hentikan, dan di teruskan hari ini Kamis (4/2).” tambah AKP.Imam Subechi di balai Desa Semen.

Berdasarkan keterangan para saksi, diduga kuat korban Mohamad Muharam (3) terseret arus air di parit saluran irigasi depan rumah yang saat itu kondisi arus deras karena volume debit air irigrasi meningkat karena hujan disertai derasnya aliran air.

Untuk diketahui, arus air di Irigrasi desa tersebut mengalir dari arah utara mengarah ke selatan, dengan jarak sekitar 100 meter arah selatan, parit aliran irigasi itu menyambung ke aliran Sungai Parang dengan lebar sungai 5 meter kedalaman 2 meter dan menyambung ke Sungai Lekso yang menghubung ke Kecamatan Wlingi.

“Hingga saat ini upaya pencarian masih kita terus lakukan, semoga korban segera di temukan, pencarian dengan penyisiran aliran sungai, yaa nnti kita lihat cuaca, walau saat ini kita melihat awan gelap di wilayah Gandusari dan sekitarnya.” Pungkas mantan Kapolsek Lodoyo Timur ini.Ari