Emosi dan Marah Berbeda

Oleh : Rahmadhani Fitri

NIM : 205120307111023

SURABAYAONLINE.CO-“Aku emosi sama dia,” sering terdengar perkataan tersebut di telinga masyarakat. Emosi biasanya yang dimaksud adalah rasa jengkel dan tidak suka pada seseorang atau suatu hal. Namun, sebenarnya rasa jengkel atau ketidaksukaan tersebut merupakan rasa marah yang masuk ke dalam perasaan emosi atau emosional.

Emosi sejatinya merupakan salah satu kondisi psikologis dalam lingkungan afektif. Berdasarkan penelitian, emosi memiliki enam emosi dasar yaitu, marah, sedih, jijik, terkejut, malu, takut, dan senang. (Prawitasari 1993). Namun, menurut Nuryoto, manusia memiliki tiga emosi dasar yaitu, senang, marah, dan takut. Semua emosi dasar tersebut sudah dimiliki oleh manusia semenjak bayi.

Ada tahapan emosi muncul, yaitu ketika bayi. Saat bayi, emosi akan muncul secara sederhana, dengan tertawa atau menangis. Bayi akan menangis jika merasa tidak nyaman, lapar, dan marah pada suatu hal. Memasuki usia remaja, emosi yang ditunjukkan akan berbeda dan lebih rumit untuk diartikan. Misalkan jika seseorang sedang marah, aka ada seorang yang malah diam ataupun menangis. Mengekspreksikan emosi sebenarnya sangat individual. Ekspreksi terhadap meningkatnya emosi akan membuat seseorang meledak-ledak atau berlebihan dari biasanya, tidak nafsu makan, bingung unruk mengekspreksikan, dan tidak memiliki gairah atau minat terhadap apa pun. Namun, ada juga yang mengekspreksikan dengan cara lain.

Hal lain dari emosi dari yang menonjol dari remaja adalah rasa ingin tahu, rasa kasih sayang, cemburu, khawatir, frustasi, jengkel, dan cemas. Biasanya remaja sekarang suka sekali overthinking terhadap suatu hal. Rasa overthinking sendiri muncul dari perasaan khawatir. Perasaan khawatir muncul karena imajinasi seorang remaja yang berlebihan terlebih pada hal negatif. Dilanjutkan dengan rasa cemas setelah khawatir. Cemas akan muncul akan muncul dikarenakan terus-menerus merasakan khawatir dan lingkungan sekitar. Seseorang akan merasa cemas jika tidak sesuai dengan lingkungan sekitarnya yang mengharuskan sempurna terlebih lagi. Hal ini sudah banyak ditemui disekitar kita tanpa sadar. Mungkin kalian bisa menjadi salah satu yang menyebabkan seseorang merasakan cemas. Ekspreksi yang dimunculkan ketika cemas cenderung lebih merasa insecure pada diri sendiri dan atau orang lain, hilang minat, apatis, dan yang lainnya.

Rahmadhani Fitri

Lalu, emosi cemburu yang biasanya akan dirasakan oleh para remaja. Emosi cemburu akan muncul ketika individu takut kehilangan dan iri. Cemburu tidak harus dalam hubungan berpasangan atau sepasang kekasih. Cemburu pada saudara karena orang tua lebih menuruti saudara yang lain juga bisa. Cemburu karena teman dekat kita mempunyai teman baru dan kita merasak jika teman kita menjauh. Atau mungkin cemburu ketika teman lain mendapat perhatian lebih dari guru ataupun dosen. Biasanya jika sudah dilanda cemburu. Seseorang akan bertindak negatif.

Dan terakhir adalah rasa jengkel atau emosi jengkel. Emosi jengkel pasti sudah umum ditelinga masyarakat dari tua hingga muda. Emosi jengkel biasanya akan muncul ketika kita merasa tidak menyukai sesuatu dan marah. Individu yang merasa jengkel akan cenderung lebih bertindak negatif. Namun, ada juga yang menahan rasa jengkel tersebut. Jika rasa jengkel terus dipendam juga akan bahaya. Mungkin suatu saat akan meledak dan malah menyelakai atau menyakiti seseorang bahkan diri sendiri.

Emosi apapun yang dirasakan, jangan denial terhadap emosi-emosi tersebut. Jika kita terus-terusan denial atau tidak mengakui kita sedang merasa apa akan sangat berbahaya untuk mental kita sendiri. Jika sedih, kalian tidak apa sedih dan menangis. Tuhan memberi air mata pada setiap manusia, laki-laki atau perempuan. Tidak ada larangan laki-laki tidak boleh menangis. Rasa jengkel yang terus dipendam juga jangan ditahan. Keluarkan selama itu tidak menyakiti orang lain dan diri sendiri.

 

Refrensi : https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=gHA-DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR5&dq=pengertian+emosional+psikologis&ots=-30YeQAopu&sig=mVP5YbLbMfh2i4NHXDoMHuWv4FI&redir_esc=y#v=onepage&q=pengertian%20emosional%20psikologis&f=false