KWG dan DPRD Gresik Sinau Penanganan Kemiskinan di Sragen

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Komunitas Wartawan Gresik (KWG) bersama Komisi II dan IV DPRD Gresik melakukan studi banding ke Kabupaten Sragen, Jawa Tengah terkait penanganan kemiskinan dan pemberberdayaan ekonomi kerakyatan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Jumat (20/11).

Study banding ini dipimpin Ketua DPRD Gresik, Moh.Abdul Qodir (FKB), dan wakil pimpinan yakni Ahmad Nurhamim (FGolkar) dan Mujid Riduan (FPDIP). Juga ikut Kepala Dinas Sosial Sentot Supriyohadi, serta beberapa anggota dewan lainnya.

Rombongan diterima Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyanto, dan Ketua Komisi II Hariyanto.

Moh. Abdul Qodir menyatakan,kegiatan ini dalam rangka ngangsuh kaweruh soal penanganan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan sektor UMKM

Kabupaten Gresik yang merupakan daerah industri sebagai penyangga Surabaya, di tahun 2020 angka kemiskinan masih di atas 1 digit (10 persen), tepatnya 11,35 persen.

“Namun demikian, DPRD Gresik terus membantu Pemkab mencari terobosn untuk pengentasan kemiskinan hingga bisa turun di bawah 1 digit,” ujar Abdul Qodir.

Menurutnya, ada kiat Pemkab Sragen yang menarik yaitu bagi ASN untuk menyisihkan tunjungan kinerja (Tukin) untuk membantu penanganan kemiskinan.

“Penyisihan Tukin ASN ini salah satu ikhtiar yang menarik yang bisa kami adopsi. Sementara DPRD Gresik telah menaikkan tunjangan ASN cukup besar,” ungkap politisi PKB ini.

Selain itu, tambah Abdul Qodir, Pemkab Sragen memiliki Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK).

Lembaga inilah, yang menangani penanggulangan kemiskinan termasuk penyisian Tukin ASN untuk disalurkan kepada yang berhak.

“Kami salut dengan semangat Pemkab Sragen dalam menangani kemiskinan. Makanya akan kami adopsi program tersebut,” imbuhnya.

Nantinya DPRD Gresik akan meminta Dinas Sosial agar lebih detil melakukan identifikasi data masyarakat miskin.

“Mana masyarakat miskin yang dapat bantuan dari PKH, BPNT, dan sejenisnya. Maupun bantuan dari propinsi dan pemkab, sehingga tak terjadi dobel bantuan, ” pungkasnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Gresik, Syahrul Munir menyatakan fokus pemberdayaan UMKM yang jumlahnya mencapai 178 ribu lebih.

“Kami akan konsep pemberdayaan, dan pengembangan di pasar digital, ” katanya. (san)